Tetap Terapkan Prokes, Ketua Umum DMI Menyatakan Masjid Bisa Digunakan untuk Salat Tarawih

Tetap Terapkan Prokes, Ketua Umum DMI Menyatakan Masjid Bisa Digunakan untuk Salat Tarawih

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Pengurus masjid diharapkan saat bulan Ramadan membuat jadwal Salat Tarawih bergiliran. Hal ini mengingat Indonesia masih dilanda pandemi COVID-19.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM Jusuf Kalla dalam pernyataannya mengatakan masjid sudah bisa digunakan untuk salat tarawih di bulan ramadan tahun 1422 Hijriah ini. Namun, tetap harus menerapkan protokol yang ketat.

“Kita akan memasuki bulan suci Ramadan dalam waktu dekat ini. Tahun ini, masjid sudah bisa dipakai untuk Tarawih, selama memberlakukan protokol kesehatan yang baik,” katanya, Selasa (23/3).

Dijelaskannya untuk mengakomodir jamaah yang hendak salat tarawih, maka dia menyarakan agar pengurus masjid bisa mengatur jadwal salat tarawih secara bergiliran atau dua sif.

“Untuk itu, apabila memang diperlukan demi mengakomodir jamaah yang mau Salat Tarawih, maka bisa dilaksanakan dua kali atau dua sift,” katanya.

Mantan Wakil Presiden itu tak lupa terus mengingatkan kepada para jamaah agar menjaga jarak minimal satu meter.

Hal itu membuat daya tampung masjid menurun hingga 40 persen dari daya tampung sebenarnya. Untuk itu, kata pria disapa JK itu menyarankan, demi memenuhi animo masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah Shalat Tarawih, bisa dilakukan bergiliran.

“Maknanya apa? tentu mempunyai makna sebagian umat tidak bisa tertampung karena harus mengikuti aturan jaga jarak,” tuturnya.

Selain itu para jamaah tak boleh lupa menggunakan masker dan juga sajadah sendiri.

“Harus menggunakan masker. Membawa alas shalat masing-masing dan masjid wajib menyediakan fasilitas cuci tangan,” kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini.

Untuk itu, dia meminta para pengurus masjid untuk bertindak tegas apabila ada jamaah yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Pakai masker kalau ada jamaah tak pakai masker suruh dulu pakai masker baru boleh masuk kemudian cuci tangan di setiap pintu ada disinfektan, atau sabun atau tempat wudhu meski ada sabun,” ucap JK.

Artikel Menarik Lainnya :  Waspada! Pencurian Data di Aplikasi Pinjol Ilegal

Selain itu, di setiap pintu masuk bisa ditaruh pengurus masjid untuk mengawasi.

“Jadi di semua pintu-pintu ada pengurus jaga. Ukur suhu,” ucapnya.(gw/fin)