Pemkab Wonosobo Kenalkan Kawasan 5 Dieng Baru pada Kemenparekraf

PENGEMBANGAN - Telaga Menjer Garung dan Telaga Bedakah Kertek akan menjadi salah program pengembangan wisata kawasan 5 Dieng baru

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengaku telah memperkenalkan program penataan dan penguatan Kawasan 5 Dieng Baru kepada Kemenparekraf beberapa waktu lalu. Program tersebut akan menambah daya tarik pariwisata di Kabupaten Wonosobo.

“Pada kesempatan audiensi bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 18 Februari 2021 lalu, kami sudah kenalkan program Kawasan 5 Dieng Baru,” ungkap Wabup Muhammad Albar usai melantik DPC HPI Wonosobo periode 2021-2026, kemarin.

Menurutnya, yang dimaksud dengan Kawasan 5 Dieng Baru adalah Kawasan Telaga Menjer dan sekitarnya, Kalianget dan sekitarnya, Koridor Candiyasan – Keseneng, Waduk Wadaslintang, dan Gununglanang Mergolangu Kalibawang.

“Saya berharap Kawasan 5 Dieng Baru ini akan menambah daya tarik pariwisata di Kabupaten Wonosobo, sehingga sektor pariwisata Wonosobo dapat bangkit kembali menjadi lebih baik, dan para pelaku usaha wisata dapat kembali menata sumber ekonominya,” ucapnya.

Baca Juga
Tilang Elektronik Resmi Diberlakukan, Bupati dan Kapolres Wonosobo Saksikan Launching Secara Virtual

Wabup juga menyampaikan, pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berakhir, banyak sektor yang menjadi lesu, salah satunya pariwisata. Banyak obyek wisata yang ditutup untuk menekan penyebaran dan memutus mata rantai covid-19. Pembatasan pengunjung dan aktifitas pariwisata membawa dampak yang signifikan terhadap perkembangan sektor pariwisata.

“Namun dengan berjalannya waktu, perlahan tapi pasti sektor pariwisata mulai dibangkitkan kembali dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia memberikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dilantiknya Dewan Pengurus Cabang Himpunan Pramuwisata Kabupaten Wonosobo.

“Dengan dilantiknya pengurus DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Wonosobo, saya berharap para pengurus dapat menjalankan organisasi ini dengan baik. Semoga para pengurus yang telah dilantik hari ini dapat mengemban dan melaksanakan amanah, serta mewujudkan tujuan organisasi ini yang semakin maju,” pintanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Waspada! Ada Potensi Ledakan Kasus Covid-19 Gelombang Ketiga di Wonosobo

Sementara itu, Astin Mei, selaku Humas dari DPC HPI Wonosobo menyampaikan bahwa pandemi covid 19 sangat berdampak pada pramuwisata atau tour guide. Di Wonosobo sendiri ada sekitar 300 orang pramuwisata yang semuanya tergabung dalam keanggotaan HPI.

“Ada sekitar 300 orang paramuwisata atau tour guide yang ada di Kabupaten Wonosobo. Mereka semua tergabung dalam HPI Wonosobo dan mereka semua bersertifikat. Jadi dalam bekerja, mereka selalu dibawah pengawasan dari organisasi,” ujarnya.

Sementara untuk program organisasi kedepan, Astin Mei menyampaikan bahwa DPC HPI Wonosobo akan mengusukan kepada pemerintah daerah untuk membuat peraturan tentang pramuwisata. Sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung di Wonosobo menggunakan pramuwisata lokal atau Wonosobo. Itu sudah diterapkan di banyak daerah, seperti Bali dan daerah daerah wisata lainnya. Karena itu akan menghidupkan para pramuwisata atau tour guide lokal.

“Kami DPC HPI Wonosobo akan mengusulkan dan mendorong pemerintah daerah untuk membuat atauran, baik itu perda maupun perbup, tentang pramuwisata,” pungkasnya. (gus)