Petani Bawang Putih di Lereng Sumbing dan Sindoro Terancam Rugi, Belum Ada Pedagang yang Mau Beli

PANEN. Petani bawang putih di Desa Tlahab Kecamatan Kledung mulai panen raya. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Petani bawang putih di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing mulai panen raya. Namun demikian harga jual bawang putih saat ini masih tidak berpihak pada petani. Bahkan belum ada pedagang yang mau membeli bawang putih di awal panen raya tahun ini.

Bonar salah satu petani bawang putih di Kecamatan Kledung menuturkan, tiga tahun terakhir ini harga bawang putih sudah tidak sesuai dengan harapan, padahal biaya tanam bawang putih sangat mahal.

“Tahun kemarin harga jual bawang putih paling mahal hanya berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram,” keluhnya, Senin (22/3).

Awal panen raya tahun ini katanya, belum menunjukkan adanya perubahan harga, karena sampai saat ini belum ada satupun pedagang yang berani membeli bawang putih dari petani.

“Memang belum banyak petani yang mulai panen, tapi jika harga jual bawang putih bagus biasanya sudah ada pedagang yang mulai membeli. Seperti bawang merah itu, kalau sudah panen pedagang banyak yang mau membeli,” kata Bonar.

Ia menuturkan, jika kondisi ini tidak menunjukan adanya perubahan, kedepan petani akan kapok menanam bawang putih. Karena harga jualnya tidak sebanding dengan biaya tanam yang dikeluarkan.

“Kemarin saya dapat informasi katanya sekarang harga jual bawang putih basah hanya berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram, kalau bener harga ini jauh dari harapan petani,” tuturnya.

Lasidi petani bawang putih lainnya menuturkan, harga bawang putih saat ini kembali ke harga puluhan tahun silam, di mana saat itu harga bawang putih anjlok dan petani menjadi kapok menanam bawang putih.

“Petani kembali menanam bawang putih setelah ada program dari pemerintah, kurang lebih lima tahun yang lalu,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Hati-hati, Diduga Akta Cerai Palsu Beredar di Temanggung

Pada kenyataannya lanjut Lasidi, harga jual bawang putih saat ini kembali murah, bahkan bisa dibilang tidak laku dijual. Tiga kali panen bawang putih harganya sudah hancur, banyak petani yang merugi karena harga jualnya tidak sesuai dengan biaya tanam.

Ia mencontohkan, jika biaya tanam bawang putih dalam satu hektarnya membutuhkan biaya Rp50 juta, maka dengan harga jual saat ini sudah dipastikan tidak akan menutup biaya tanam.

“Kalau hanya laku Rp5 ribu per kilogram, petani pasti bangkrut, belum kalau hasil panennya tidak bagus. Petani akan semakin merugi,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah bisa memberikan solusi terbaik, sehingga petani tidak terus menerus mengalami kebangkrutan.

“Disuruh tanam petani sudah jalankan, nah sekarang harapan kami pemerintah juga bisa membantu, sehingga harga jual bawang putih bisa semakin membaik,” harapnya. (set)