Baru 50 Persen Guru Divaksin, Disdikbud Kota Magelang Daftarkan 1.386 Orang

VAKSINASI. Setelah kalangan tenaga kesehatan, pelayan publik, dan pedagang, para guru di Kota Magelang juga menjadi sasaran prioritas vaksinasi Covid-19.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Komitmen Pemkot Magelang mengebut vaksinasi Covid-19 kembali dilakukan dengan sasaran para tenaga pengajar. Jumlah guru yang didaftarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang untuk mendapatkan vaksin Covid-19 sebanyak 1.386 orang.

”Jumlah itu terdiri atas guru jenjang TK, SD, dan SMP. Sampai dengan sekarang, sekitar 50 persen sudah menjalani vaksinasi tahap pertama,” kata Kepala Disdikbud Kota Magelang, Agus Sujito, Senin (22/3).

Sedangkan untuk lokasi vaksinasi bagi para guru, dilaksanakan di fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat dari masing-masing sekolah. Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pengajar atau guru dilakukan secara bertahap.

Dipastikan seluruh guru di Kota Magelang akan menerima vaksin. Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu distribusi bantuan vial vaksin dari Pemprov Jawa Tengah.

Baca Juga
Tim Medis Balkesmas Magelang Lakukan Vaksinasi Dosis Kedua di Pasar Gotong Royong

”Yang telah kita data itu merupakan guru prioritas vaksinasi. Sedangkan jumlah total tenaga guru baik ASN maupun non-ASN di Kota Magelang berjumlah 1.733 guru dan 473 tenaga kependidikan,” ujarnya.

Dengan vaksinasi, kata Agus, rencana pembelajaran tatap muka (PTM) bisa lekas dipersiapkan. Terlebih lagi, pihaknya akan segera menggelar simulasi PTM, bersamaan dengan ujian sekolah (US) dan ujian praktik kelulusan di jenjang SMP sederajat.

”Syarat untuk tatap muka, guru harus sudah divaksin. Sisanya, kita tunggu tahap selanjutnya dari Dinas Kesehatan (Dinkes),” tuturnya.

Agus menambahkan, selain vaksinasi bagi tenaga pengajar, syarat PTM juga harus menyertakan persetujuan pemerintah pusat maupun Satgas Covid-19 Kota Magelang.

”Kalau melihat perkembangan sekarang, saya kira potensi untuk tatap muka kian besar, mengingat di Kota Magelang kasus Covid-19 mulai melandai. Untuk mulainya, bisa dari SMP dulu,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Gagal Pertahankan Zona Hijau, Kelurahan Wates Magelang Utara Tetap Dapat Penghargaan

Selain itu, ia mensyarakatkan bagi sekolah yang mengusulkan tatap muka, harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Kemudian, membatasi siswa maksimal 30-50 persen tiap kelasnya.

”Contohnya menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu, mengenakan masker, dan memastikan setiap siswa menjaga jarak,” tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto menjelaskan, tenaga pengajar menjadi sasaran prioritas berikutnya setelah tenaga kesehatan, pelayan publik, dan pedagang pasar, serta lansia.

”Begitu mendapatkan kiriman vial dari Pemprov Jawa Tengah kita langsung lakukan vaksinasi. Jadi, biar tidak tertahan lama-lama di Dinkes, begitu datang, langsung nama-nama yang sudah terdata divaksin di faskes terdekat,” jelasnya.

Ia menuturkan, kemungkinan vaksinasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan akan tuntas pada pergantian tahun ajaran mendatang, atau bulan Juni-Juli 2021.

”Tetapi kita juga melihat kuota vial yang ada. Karena vaksin yang datang, jumlahnya selalu lebih rendah dari yang kita usulkan,” ucapnya. (wid)