Produksi Durian di Wonosobo Anjlok hingga 75 Persen

DURIAN. Penelitian kandungan karbon pada pohon durian unggulan  di Desa Krasak Selomerto oleh Kementerian Pertanian.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Tahun ini petani durian Wonosobo tidak bisa menikmati panen melimpah. Pasalnya cuaca buruk yang terjadi pada akhir 2020 telah memicu bunga durian rontok dan bakal buah durian ambrol.

“Tahun ini tidak baik, Curah hujan tinggi bunga durian rontok, sehingga tidak panen, hampir semua wilayah, untuk wonosobo mungkin produksi turun hingga 75 persen,” ungkap kabid hortikultura Dsipaperkan Wonosobo, Sidik Widagdo kemarin.

Menurutnya, satu kebun di daerah wilayah dan krasak bisa menghasilkan sekitar 500 buah saat panen, namuan pada tahun ini, hanya ada belasan buah durian yang bisa selamat dan dipanen oleh petani.

“Di Desa Krasak yang menjadi penghasil durian, kita pesan 50 durian, cuma dapat 8 buah saja. Itu pun rasanya tidak karuan,” bebernya.

Kondisi gagal panen tahun ini menjadi pembelajaran penting bagi dispapaerkan, utamanya bidang hortikultura untuk meningkatkan penyuluhan dan sosialisasi kepada petani durian terkait pemeliharaan sejak awal.

Baca Juga
Soal Penambangan Galian C Liar, Bupati Wonosobo akan Konsultasi pada Gubernur

“Musim durian nanti, berkaitan dengan cuaca mulai bulan September, hujan lebat maka kita lakukan penyemprotan untuk memperkuat buah dan bunga. Jadi nanti kalau kurang berbuah kita lakukan gerakan penanganan penyakit dan itu belum pernah dilaksanakan,” katanya.

Sidik menyebutkan, sentra buah durian lokal Wonosobo ada di beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Selomerto, Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Leksono, Kepil dan Kaliwiro.

“Untuk pengembangan unggulan buah durian kita fokuskan di Desa Krasak Kecamatan Selomerto. Bahkan sudah diteliti kandungan karbon oleh Kementerian Pertanian,” ucapnya.

Dijelaksan bahwa Dispapaerkan Wonosobo mengajukan dua jenis durian unggul dari Desa Krasak untuk diteliti lebih lanjut. Nantinya durian tersebut akan ditetapkan sebagai durian unggulan Wonosobo.

Artikel Menarik Lainnya :  DLH Wonosobo Dalami Kasus Pembuangan Sampah ke Sungai

“Ada dua jenis durian unggulan dari Wonosobo, dan itu sudah dirilis pengesahannya oleh kementerian pertanian,” ujarnya.

Gagal panen durian pada tahun ini menjadi pukulan berat bagi  petani di Wonosobo, sebab masa panen tersebut sangat ditunggu untuk meningkatkan pendapatan petani durian. Apalagi ini masih situasi pandemi.

“Ada dua hal yang kita peroleh saat musim durian, pertama adalah peningkatan pendapatan petani dan masyarakat. Kedua melonjaknya kunjungan wisatawan ke Wonosobo karena durian lokal Wonosobo banyak diminati oleh wisatawan dari luar,” pungkasnya. (gus)