Pembina Pramuka Harus Multitalenta, Puluhan Peserta dari 6 Kota KMD Purworejo

TALI-TEMALI. Sejumlah anggota dewasa mengikuti latihan tali-temali dalam KMD Penggalang Angkatan 2 Tahun 2021 di Sanggar Bhkati Pramuka Kwarcab Purworejo, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purworejo mengadakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Penggalang Angkatan 2 Tahun 2021. Selama 5 hari, Rabu-Minggu (17-21/3), puluhan Anggota Dewasa dari 6 kota dilatih berbagai materi kepramukaan serta keterampilan penunjang agar mampu menjadi pembina Pramuka yang multitalenta.

Beberapa di antaranya yakni, tata laksana perkemahan, ragam keterampilan kepramukaan bgi penggalang, ragam upacara, teknik penyusunan program latihan pasukan penggalang, SKU, SKK, SPG, dan pelatihan penggalang. Ada lagi ragam pertemuan Pramuka penggalang, Api unggun, dan strategi membina penggalang.

Salah satu praktik pelatihan terpantau di Sanggar Bhakti Pramuka pada Sabtu (20/3) siang. Sejumlah peserta mejalani pelatihan tali-temali secara langsung atau Luring, sebagian lainnya secara Daring.

Baca Juga
Upgrade SDM, Fatayat NU Purworejo Gelar Sekolah Kader

“Salah satu aplikasinya adalah membuat gantungan pot bunga dari tali. Dalam pelatihan ini, peserta harus menguasi minimal 2 jenis ikatan, yakni tali pangkal dan mati sejati,” kata Sumarwati SPd, Tim Pelatih Kwarcab Purworejo.

Selain menjadi materi pokok kepramukaan, pelatihan tali-temali diberikan sebagai bekal kewirausahaan. Diharapkan, para pembina pramuka dapat berkreasi membuat pot bunga dengan tali plastik dan mengembangkannya di gugus depan (Gudep) masing-masing.

“Di Gudep bisa dikembangkan dan ditularkan ke adik-adik Penggalang. Ini juga akan mendukung penyelenggaraan Sekolah Adiwiyata karena dengan mampu membuat sendiri, sekolah jadi tidak perlu beli. Hasil dari kreativitas ini juga bisa dijual kepada warga sekolah dan masyarakat luas,” sebutnya.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa seorang pembina pramuka dituntut untuk menguasai berbagai ilmu pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan alias multitalenta. Karena itu, Kwarcab terus mendorong agar para pembina dapat mengembangkan kemampuannya.

Artikel Menarik Lainnya :  Belum Semua Pegawai Non-ASN Terproteksi Jamsostek

“Salah satunya lewat KMD ini, berbagai hal kita ajarkan agar terampil dan adaptif terhadap pola-pola pelatihan, termasuk yang berbasis teknologi. Kita ingin kegiatan Pramuka di sekolah itu jadi aktivitas menyenangkan, disukai siswa, dan bermanfaat bagi semua,” ungkapnya.

Pimpinan Kursus, Eko Gusnawan SPd, mengatakan bahwa KMD kali ini diikuti 49 peserta dari kalangan mahasiswa, guru, dan kepala sekolah. Mereka tidak hanya dari Kabupaten Purworejo. Sebagian peserta tercatat dari berbagai kota, seperti Kebumen, Boyolali, Semarang, Kendal, Wonosobo, dan Jogjakarta.

“Antusias peserta luar biasa. Ada yang dari unsur kepala sekolah itu Kepala SMA Negeri 7, SMA Negeri 5, dank SMK Pancaila 1 kutoarjo, sejak hari pertama belum pernah absen kegiatan,” kata Eko.

“Secara teknis, kursus digelar secara Luring bagi peserta asal Purworejo dan Daring bagi peserta di luar daerah,” imbuh Wakil Pimpinan Kursus, Ani Wahyuningsih MPd.

Menurut Eko, KMD Penggalang Angkatan 2 menjadi tindak lanjut penerapan SK Kwarnas Nomor 047/2018  tentang Pedoman Anggota Dewasa dan Nomor 048/2018 tentang Sisdiklat. Kursus dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Di luar rankaian utama KMD, peserta masih harus menjalani pengembangan gugus depan, pelaporan pengembangan hingga dinyatakan lulus.

“Pasca kursus kali ini juga akan dikuatkan dengan Bimtek dari Kwarda Jawa tengah yang kebetulan juga mengupas SK Kwarnas 047 dan 048 secara keseluruhan,” ungkapnya. (top)