KSU Cerah Unimma Kuatkan Profil Center dan Marketplace Berbasis Sistem

RAT. KSU Cerah Unimma saat menggelar RAT secara virtual akhir pekan lalu.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Cerah Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) komitmen untuk menguatkan profit center dan marketplace berbasis sisitem informasi. Upaya ini ditempuh agar KSU tak terlalu merugi di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.
Ketua KSU Cerah Unimma, Andi Triyanto mengatakan, selama tahun 2020 pihaknya mengacu pada milestone capaian kerja yang telah ditetapkan, yaitu berorientasi pada penguatan profit center dan market place.
“Penguatan profit center kami upayakan dengan memaksimalkan SM corner. Sedangkan marketplace berbasis sistem, sedang kami rancang,” kata Andi, kemarin.
Rektor Unimma, Dr Suliswiyadi MAg, menjelaskan rapat anggota tahunan (RAT) bagi Koperasi Cerah merupakan sebuah momentum, forum kekuasaan tertinggi koperasi, dan menilai pertanggungjawaban pengurus, pengawas, serta partisipasi anggota koperasi.
Dia berharap, koperasi di Unimma bukan hanya sekadar sentra keuntungan, namun ke depan perlu ada sinergitas untuk pemberdayaan ekonomi internal dan eksternal kampus.
“Yang perlu diperhatikan adalah berbasis ranting dan cabang Muhammadiyah yang bisa diterapkan menggunakan aplikasi marketplace,” katanya.
Dia berharap, Koperasi Cerah tetap terus hidup dan berkembang. Meski di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. “Mudah-mudahan semakin menyejahterakan anggotanya serta ada variabel tambahan yang bisa menjadikan semangat kita bekerja di Unimma,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Fasilitas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang yang hadir pada RAT virtual, Supanci Darmasi, menjelaskan RAT di dalam koperasi merupakan hal yang mutlak dilaksanakan. Sebab, RAT menjadi ciri khas koperasi di Indonesia.
“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang bisa bertahan meski diterjang badai pandemi sekarang ini. Kami mengimbau agar anggota koperasi dapat optimal dalam berpartisipasi, karena koperasi sebagai saka guru perekonomian di Indonesia,” ucapnya.
Supanci menyebutkan, di Kota Magelang sendiri saat ini tercatat 235 koperasi berbagai jenis. Dari total itu, sebanyak 40 persen di antaranya terdampak pandemi Covid-19.
“Rata-rata koperasi yang terdampak itu merupakan koperasi masyarakat. Walaupun tidak ada koperasi yang mati atau gulung tikar akibat pandemi tapi perubahan strategi mesti ditempuh di masa-masa sulit sekarang ini,” jelasnya.
Pemkot Magelang, katanya, aktif memberikan bantuan kepada koperasi masyarakat. Pada tahun 2020 lalu bahkan telah direalisasikan bantuan dari jaring pengaman ekonomi (JPE).
“Adanya bantuan dari pemerintah ini diharapkan koperasi tak sampai gulung tikar. Bahkan dapat membantu anggotanya baik berupa modal maupun bahan,” imbuhnya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Tobongsari Lockdown karena Mahasiswa Untidar, Ketua RT : Itu Hoaks