TMMD di Desa Gemblengan Garung, Swadaya Masyarakat  Ditaksir Capai Setengah Miliar

TMMD. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus kebut pekerjaan pembangunan senderan dan jalan penghubung antar desa.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO-Swadaya masyarakat Desa Gemblengan Garung dalam pelaksanaan TMMD reguler ke 110 tahun 2021, ditaksir mencapai setengah miliar. Swadaya tersebut dari tanah yang dibuat untuk akses jalan serta tenaga kerja.

“Kalau ditaksir swadaya masyarakat gemblengan cukup besar, bisa capai Rp500 juta dalam pelaksanaan TMMD ke 110, dalam bentuk lahan atau tanah yang digunakan untuk pembuatan jalan dan tenaga kerja,” ungkap Dandim 0707 Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat.

Menurutnya, anggaran untuk pelaksanaan TMMD reguler ke 110  tersebut mencapai Rp1,3 miliar, bersumber dari TNI, dan pemerintah, baik itu pemerintah desa, pemkab dan juga provinsi.

Baca juga
Harga Cabai di Wonosobo Capai Rp115 Ribu, Nyaris Setara Daging Sapi

“Semua anggaran tersebut diserahkan ke desa untuk kemudian dijabarkan dalam pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Ditambahkan, total kegiatan terbanyak dalam TMMD tersebut, adalah kegiatan fisik, yang mencapai 10 item. Kegiatan  paling berat adalah pembukaan jalan dan jembatan. Meski pekerjaan itu sudah dilakukan sejak  pra TMMD, namun karena pekerjaan berada di lokasi yang dimulai dari nol dan kondisi medan yang cukup berat, maka pekerjaan harus disiplin dan inten dilakukan.

“Dalam proses pelaksanaan kegiatan kita mendapat bantuan teknis dari pemkab dan juga ada pengawalan melalui tim wasev PJO TMMD. Tagetkan selesai tanggal 29 masuk finishing, sehingga sebelum upacara sudah masuk 100 persen,” ucapnya.

Sementara, Wadansatgas TMMD Kapten Inf Sutarto yang merupakan Danramil 04/Garung menyampaikan, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang masih berlangsung hingga saat ini salah satunya pembangunan senderan jalan penghubung antar desa hasil, progres pembangunan senderan masih capai 60 persen

“Saat ini masih berlangsung dan terus dikebut pengerjaan pembangunan senderan jalan penghubung desa. Sampai saat ini telah mencapai 60 persen,” jelasnya.

Menurutnya,  kerja sama antara TNI dan masyarakat harus terus dijaga dan ditingkatkan. Ketika itu terus bisa dilakukan maka pembangunan jalan ini akan dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Sehingga nantinya dapat digunakan sebagai fasilitas umum yang dapat dinikmati oleh masyarakat dengan segera,” pungkasnya.(gus)