Eazy Passport, Layanan Jemput Bola Hindari Kerumunan Antar Pemohon

. DIBUKA. Kegiatan Eazy Passport dibuka langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat didampingi Kakan Kemenag Wonosobo Ahmad Farid dan Kepala Kanim Kelas II Non TPI Wonosobo Henki Irawan, bertempat di Kantor Kemenag Wonosobo.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo berkolaborasi dengan Kantor Kemenag Wonosobo menggelar layanan Eazy Passport. Kegiatan tersebut sebagai upaya pelayanan jemput bola pembuatan paspor dan pembaharuan paspor kadaluarsa bagi calon jamaah haji.

“ Kegiatan Eazy paspor hari ini merupakan yang ke 6, namun merupakan kali pertama diselenggarakan di Kabupaten Wonosobo setelah sukses diselenggarakan di Kabupaten Magelang, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Purworejo,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo Henki Irawan.

Kegiatan Eazy Passport dibuka langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo Ahmad Farid dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo Henki Irawan di Kantor Kemenag Wonosobo.

Menurutnya layanan Eazy Passport, merupakan pelayanan paspor secara kolektif yang diselenggarakan oleh Dirjen Imigrasi. Hal ini untuk memudahkan masyarakat melakukan permohonan paspor baru maupun penggantian dengan tidak harus datang ke Kantor Imigrasi.

“Layanan ini bagian dari upaya kantor Imigrasi membatasi pertemuan antar pemohon, sehingga cukup kami yang datang memberikan pelayanan. Namun pelayanan ini dikecualikan bagi permohonan penggantian paspor karena rusak maupun hilang,” ucapnya.

Program pelayanan ini menyasar komunitas besar seperti pegawai di perkantoran pemerintah/TNI/Polri/BUMN/BUMD/swasta, warga perumahan, dan komunitas atau organisasi. Dalam pelaksanaannya, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi mencegah penyebaran covid-19 dengan menyediakan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh dan mewajibkan penggunaan masker kepada petugas maupun pemohon yang hadir.

“Seluruh proses permohonan paspor mulai dari penyerahan dan pemeriksaan berkas persyaratan, wawancara, serta pengambilan data biometrik berupa foto dan sidik jari dilakukan di lokasi kegiatan. Paspor yang sudah jadi bisa diambil secara perwakilan atau bisa juga dikirim ke rumah melalui jasa PT Pos Indonesia,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  DLH Wonosobo Dalami Kasus Pembuangan Sampah ke Sungai

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Ahmad Farid mengatakan, pelayanan jemput bola memudahkan pembuatan atau pembaharuan paspor kadaluarsa bagi calon jamaah haji.

“Saya kira pelayanan ini memudahkan pembuatan baru atau pembaharuan paspor kadaluarsa bagi calon jamaah haji,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemilihan data paspor calon jamaah haji Wonosobo beberapa waktu lalu, terdapat 32 paspor calon jamaah haji yang sudah kadaluarsa dan harus dilakukan pembaruan.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mendukung sepenuhnya upaya jemput bola dalam pembuatan paspor. Sebab, memudahkan dalam memberikan pelayanan. Bahkan kalau perlu Pemkab Wonosobo juga perlu meniru Kantor Imigrasi dalam memberikan pelayanan, untuk hadir mendekatkan diri dalam memberikan pelayanan.

“Soal kebijakan haji, harus dipatuhi bersama, karena ini urusan dunia internasional ya harus diikuti saja kebijakan itu. Kalau masih ditutup ya diikuti dan kita hanya mampu berikhtiar dan berdoa, agar masyarakat yang sudah dua tahun menunggu ini bisa berangkat,” pungkasnya. (gus)