Hujan Selama 2 Hari, Muncul 60 Titik Longsor di Wonosobo

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Diterjang hujan selama 2 hari berturut-turut, muncul 60 titik longsor di Kabupaten Wonosobo. Pihak BPBD dan OPD terkait sedang melakukan pemetaan dan inventarisasi longsor tersebut.

“Kalau semua kecamatan, total ada 60 titik longsor, kita lakukan inventarisasi bersama dengan pihak terkait, utamanya Dalbang dan DPUPR,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim Kurniawan, kemarin.

Menurutnya, puluhan longsor tersebut muncul setelah Kabupaten Wonosobo diterpa hujan deras selama dua hari. Bahkan curah hujan dengan intensitas tinggi itu memiliki durasi cukup lama, lebih dari tiga jam.

“Munculnya titik longsor itu setelah didera hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir selama dua hari ini,” imbuhnya.

Zulfa, menambahkan, curah hujan yang tinggi jua memperparah kondisi titik longsor yang sebelumnya muncul, misalnya di Kecamatan Kalibawang, Kaliwiro dan Watumalang. Kondisi longsor semakin lebar dan dalam.

Pihaknya mendorong, agar ada tindak lanjut lebih cepat dari OPD terkait, seperti terutama Bagian Administrasi Pembangunan dan  DPU PR untuk mengupayakan segera TL nya, semakin lama, volume kerusakan akan semakin bertambah mengingat cuaca dan guyuran hujan masih cukup tinggi. Bahkan akan potensial muncul titik titik  kerusakan yang baru seperti Bedali Kuripan Watumalang.

“Ini juga sesuai dengan perintah dari Bupati, agar ada prioritas untuk titik longsor yang terjadi di jalur utama, sebab itu akses penting, seperti di Watumalang dan Kaliwiro,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan bahwa hujan deras selama dua hari ini telah memicu munculnya titik longsor di hampir semua kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Terkait hal itu, pihaknya meminta OPD terkait untuk bergerak melakukan inventarisasi dan tindak lanjut.

Artikel Menarik Lainnya :  Pencuri Spesialis Toko Beraksi, Gondol 2 Laptop dan 10 Slop Rokok

“Saya bersama wabup sudah melakukan monitoring langsung ke lapangan, seperti yang terjadi di jalur arah Kecamatan Watumalang. Itu longsornya cukup parah dan perlu perhatian serius,” katanya.

Namun pihaknya mengaku cukup menyesalkan, sebab dari laporan kepala desa setempat, bahwa senderan yang longsor itu belum lama dibangun. Untuk itu pihaknya meminta kepada semua pihak terutama DPU PR, untuk memperbaiki perencana dengan baik agar menghasilkan kualitas bangunan yang kokoh, kuat dan tahan lama.

“Dari informasi yang kami terima bangunan yang longsor di watumalang itu belum lama, kami mengajak pihak DPU PR, buat perencanaan yang lebih kuat, kokoh, tahan lama, sehingga ketika hujan tidak longsor, kita akan inventarisasi semua, dan kedepan kita carikan solusi untuk pembenahan-pembenahan,” pungkasnya. (gus)