Pemkot dan Akmil Kolaborasi Majukan Magelang

PRASASTI. Gubernur Akmil Mayjend TNI Totok Imam Santoso (kiri), bersama dengan Letjen TNI (Purn) Sumarsono (tengah), disaksikan Walikota Magelang dr HM Nur Aziz (kanan) menandatangani prasasti peresmian gerbang baru Akmil, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Gerbang masuk Akademi Militer (Akmil) Magelang sudah selesai dibangun. Pembangunan gerbang selatan ini membuat tampilan lembaga pendidikan militer tersebut kian megah dan menjadi kebanggaan tersendiri untuk warga Akademi Militer dan masyarakat sekitar.

Gubernur Akmil, Mayor Jenderal TNI Totok Imam Santoso mengatakan pembangunan gerbang ini dimulai Desember 2020 lalu. Pembangunan tersebut merupakan bantuan dari PT Harita Group.

Tak sekadar bangunan, Totok mengaku jika gerbang ini punya filosofi tersendiri. Dia menyebut, bangunan pagar terdiri dari tiang penyangga tujuh pilar, atau ”pitu” dalam bahasa Jawa.

”Angka ”pitu” berarti Sapta Marga merupakan harga mati bagi prajurit. Kemudian ”pitulungan” (pertolongan), dan ”pitutur” (petuah) yang berarti mari saling menasihati dan saling menolong satu sama lain,” kata jenderal dengan bintang dua di pundaknya itu.

Sementara untuk pilar di atas ada tiga tingkat mengandung filosofi tanggap, tanggon dan trengginas, serta saling asah, asih, dan asuh. Termasuk juga filosofi dari Syekh Subakir ”Sopo Salah Seleh”.

”Yang di atas ada Maskot Stupa Borobudur yang artinya Borobudur berada di wilayah Magelang,” ujarnya.

Baca Juga
Konsleting, Mobil Angkot Hangus Terbakar di Kota Magelang

Totok menuturkan, dalam upaya pembaharuan berbagai infrastruktur di Akmil pihaknya berkolaborasi dengan Walikota Magelang dr HM Nur Aziz. Dia berharap, kedua belah pihak dapat saling bersinergi membangun Akmil dan Kota Magelang.

”Kita kelola bersama, kita besarkan bersama dalam rangka Akmil dan Magelang lebih maju,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Magelang dr HM Nur Aziz mengatakan jika Kota Magelang memiliki potensi unggulan yang sangat luar biasa. Selain usia Kota Magelang yang menjadi kota tertua kedua di Indonesia, daerah dengan luasan 18,53 kilometer persegi ini kaya akan peninggalan benda cagar budaya (BCB), museum-museum, kuliner, makanan khas, dan lain sebagainya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pembangunan Zona Integritas Menghasilkan Pelayanan yang Berkualitas

”Yang tak kalah membanggakan adalah lembaga pendidikan Akademi Militer. Di Akmil ini banyak terdapat taruna taruni dari seluruh penjuru tanah air berada di Kota Magelang. Ini adalah potensi yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Dokter spesialis penyakit dalam tersebut mengaku siap berkolaborasi dan kerja sama antara Pemkot dengan Akademi Militer untuk kemajuan Magelang. (wid)