DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi Sasar 46 desa

DAK. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kegiatan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi Kabupaten Wonosobo tahun 2021.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Pada tahun 2021, sebanyak 46 desa di Wonosobo menerima program pembangunan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi. Kegiatan tersebut untuk mewujudkan peningkatan pelayanan infrastruktur dasar, berupa akses air minum dan pengelolaan sanitasi yang layak, dengan tata kelola yang baik, dan berbasis pendekatan pemberdayaan masyarakat.

“Ini bagian dari meningkatkan pelayanan infrastruktur dasar, akses air minum dan sanitasi yang layak,” ungkap  Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, pada acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kegiatan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi 2021 di halaman DPU PR Wonosobo, Selasa (16/3).

Menurutnya, sasaran yang ingin dicapai pemerintah daerah dengan dilaksanakannya kegiatan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi adalah tersedianya sarana prasarana air minum dan sanitasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat yang berkualitas, berkelanjutan, serta berwawasan lingkungan.

Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam penyelenggaraan infrastruktur. Memperluas upaya pembangunan dan penanganan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi. Meningkatnya kemampuan aparatur pemerintah daerah sebagai fasilitator pembangunan dan terlaksananya penyelenggaraan pembangunan infrastruktur yang partisipatif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Kegiatan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi ini dilaksanakan secara swakelola dengan berbasis pemberdayaan masyarakat dan dilaksanakan dengan prinsip transparan dan akuntabel. Dimana pelaksanaannya harus selalu mengedepankan asas keterbukaan dalam setiap pengambilan keputusan, dalam pengelolaan kegiatan, dan pengelolaan keuangan,” katanya.

Afif juga berharap jajaran pemerintahan di tingkat desa dapat menciptakan kondisi yang kondusif dan sinergi yang positif bagi masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Peran penting lainnya adalah mendukung dan mendampingi masyarakat agar pelaksanaan Kegiatan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi di Desa-desa sasaran yang telah ditetapkan dapat sesuai dengan pedoman pelaksanaan.

Artikel Menarik Lainnya :  Masuk Zona Merah, Satu Sekolah di Wonosobo Gagal Gelar PTM

Dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama antara KKM/KSM dengan PPK Kegiatan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi Tahun 2021, maka proses selanjutnya dari kegiatan ini, yaitu pelaksanaan pembangunan fisik, bisa segera dilaksanakan.

“Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini dapat bersama-sama membangun kerjasama yang baik. Selain itu pihak yang terlibat dapat melaksanakan pekerjaan pembangunan dengan penuh semangat dan kejujuran yang tinggi, serta mengedepankan musyawarah dan transparansi dalam setiap pengambilan keputusan,” pintanya.

Baca Juga
13.000 UKM Tercatat Terima Bantuan BPUM

Sementara Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo, Esti Mulyanto, mengemukakan, kegiatan DAK Air Minum dan Sanitasi Tahun 2021 telah dimulai sejak disetujuinya Rencana Kerja DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi Kabupaten Wonosobo, untuk 15 Desa penerima DAK Air Minum dan 31 Desa penerima DAK Sanitasi.

“Dari 46 desa penerima program itu, ada 6 desa yang mendapatkan 2 kegiatan sekaligus yaitu Desa Kaliwuluh, Batursari, Kayugiyang, Menjer, Reco dan Pagerejo,” ucapnya.

Menurutnya,  kegiatan Sosialisasi Kabupaten telah dilakukan pada tanggal 1 Februari 2021, yang secara resmi menugaskan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk mendampingi proses sosialisasi desa di seluruh lokasi penerima kegiatan, yang dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) oleh KKM dan KSM.

“Setelah penyusunan RKM selesai, dilanjutkan proses  penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PPK dan KKM/KSM, yang menandai dimulainya proses pembangunan fisik mulai hari ini tanggal 16 Maret 2021, direncanakan selama 150 hari kalender sampai dengan tanggal 12 Agustus 2021,” pungkasnya. (gus)