Dana Operasional Ketua RT dan RW Naik Setiap Tahun

OPERASIONAL RT RW. Walikota Magelang dr HM Nur Aziz memberikan sosialisasi tentang pemberiaan dana operasional bagi Ketua RT dan RW se-Kota Magelang, dengan protokol kesehatan ketat di Balai Kelurahan Tidar Utara, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Setiap tahun dana operasional bagi Ketua RT dan Ketua RW se-Kota Magelang selalu dinaikkan. Begitu juga tahun 2021, anggaran ditambah dari sebelumnya Rp150 ribu per bulan menjadi Rp250 ribu per bulan untuk Ketua RT. Sedangkan untuk Ketua RT dari awal hanya Rp190 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan.

Walikota Magelang, dr HM Nur Aziz mengatakan bahwa pemberian dana operasional untuk Ketua RT dan RW ini adalah program Walikota sebelumnya. Namun dirinya berkomitmen melanjutkan program tersebut.

“Ini sudah menjadi program dari Walikota sebelumnya, jadi yang baik kita lanjutkan,” katanya di sela penyerahan secara simbolis dana operasional Ketua RT dan RW di Balai Kelurahan Tidar Utara, Senin (8/3).

Menurutnya, Ketua RT merupakan unit organisasi terkecil di masyarakat. Para pamong tingkat RT, kata dia, adalah figur yang sangat mengenali dan mengetahui kondisi warganya.

Namun demikian, dr Aziz juga berkomitmen untuk siap melayani 24 jam masyarakatnya. Ia pun membuka lebar pintu diskusi dan komunikasi bagi siapapun yang menginginkan, termasuk melalui sosial media maupun nomor handphone pribadinya.

Baca Juga
Bertahap, Pedagang Pasar Bakal Divaksin

Untuk diketahui, jasa operasional bagi ketua RT dan RW telah diprogramkan Pemkot Magelang sejak tahun 2011. Hal ini bertujuan untuk mengapresiasi para Ketua RT dan RW karena telah menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan.

Aziz juga berharap, di era pemerintahannya dengan Wakil Walikota Magelang KH Mansyur, angka kemiskinan bisa terus ditekan. Terlebih saat ini, hanya sekitar 9.270 jiwa penduduk di bawah garis kemiskinan.

“Nantinya, teknis pemberian bantuan bagi warga miskin akan dikaji ulang. Apabila perlu, warga yang telah memperoleh bantuan kemiskinan, di rumahnya akan ditempel stiker “Saya Miskin”. Ini salah satu cara untuk membangun mental yang tangguh,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Puluhan UMKM Magelang Pamerkan Produk di Artos Mall

Metode seperti ini diharapkan akan menyentuh hati warga yang sebenarnya berkecukupan, namun mengaku miskin. Sedangkan orang yang benar-benar miskin juga akan berusaha keras untuk memperbaiki hidupnya, sampai stiker tersebut dilepas dari rumahnya.

“Termasuk model pendataannya pun harus diubah. Pendataan harus melibatkan masyarakat. Nanti pak RT dan pak RW sebagai perwakilan dari masyarakat akan bekerja sama dengan Dinas Sosial,” ujarnya. (wid)