Warga Citran Keberatan Pemasangan Gorong-Gorong

IRIGASI. seorang warga menunjukan saluran irigasi yang dibongkar dan dipasang gorong-gorong namun permukaan gorong-gorong terlalu dalam.

MAGELANGEKSPRES.COM,MUNGKID – Warga Dusun Citran Desa Paremono Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, keberatan dengan adanya penggalian dan pemasangan gorong-gorong di pembangunan saluran air Jl Mayor Kusen km 0 -0,5 km di Dusun Citran. Sebab, pembangunan gorong-gorong tersebut terlalu dalam, sehingga dikhawatirkan saat musim kemarau air tidak bisa naik ke permukaan untuk disalurkan ke kolam dan sawah warga.

Ketua RT 1 Dusun Citran, Sanijo mengatakan, karena pemasangan saluran gorong-gorong terlalu dalam maka saat musim kering air tidak dapat digunakan untuk mengairi sawah dan kolam ikan sehingga ikan banyak yang mati.

“Kebutuhan air irigasi bagi warga akan terganggu akibat dari pemasangan gorong-gorong yang tidak mempertimbangkan akan lingkungan setempat. Padahal saluran tersebut merupakan sumber air utama bagi warga Dusun Citran. Saat ini musim hujan maka air melimpah, dan masih bisa mengairi sawah dan kolam warga. Namun saat kemarau, karena permukaan gorong-gorong terlalu dalam kemungkinan air tidak mampu mengalir ke saluran irigasi warga,” ucap Sanijo, Senin (8/3/2021).

Menurut Sanijo, terdapat sekitar 25 kolam air tawar di dusun tersebut, yang mana budidaya ikan air tawar bertujuan sebagai nilai tambah bagi perekonomian warga.

“Harapannya bisa diperbaiki tidak terlalu dalam atau kedalaman saluran dikembalikan seperti semula sehingga saat musim kemarau tiba, air tetap bisa sampai ke kolam dan sawah warga,” ungkap Sanijo.

Sementara, Camat Mungkid Raden Anta Murpuji Antaka, menyampaikan akan melaporkan hal tersebut kepada Satker proyek di Palbapang Mungkid.

“Saat ini di Palbapang Mungkid sebelah utara Dusun Citran ada proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) berupa pembangunan Gerbang Singa, pelebaran jalan dan trotoar.

Ketika ada keluhan warga seperti ini, akan kami jadikan masukan dan evaluasi bagi Satker proyek tersebut, untuk dicarikan solusi terbaik,” papar Anta.(cha).

Artikel Menarik Lainnya :  Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Magelang Melonjak Tajam