Pedasnya Harga Cabai Dikhawatirkan Bertahan Hingga Ramadan

Pedasnya Harga Cabai Dikhawatirkan Bertahan Hingga Ramadan

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Harga sejumlah komoditas sayuran masih cukup tinggi di Kabupaten Wonosobo, salah satunya aneka jenis cabe. Kenaikan harga komoditas tersebut diduga lantaran cuaca buruk dan gagal panen di sejumlah sentra cabe di jateng. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berlangsung hingga bulan Ramadan 2021.
Untuk harga cabe di pasaran Wonosobo dalam pekan ini, cabe rawit merah masih menduduki peringkat tertinggi Rp80 ribu per kilogram. Sementara jenis cabe yang lain seperti cabe merah keriting masih bertahan di harga Rp52 ribu dan cabe rawit hijau Rp64 ribu.
Kepala Bidang Perdagangan Disperdagkop UMKM Wonosobo , Agung Prabowo mengatakan bahwa sejumlah harga sayuran di pasar tradisional Kabupaten Wonosobo terpantau mengalami kenaikan cukup signifikan sejak awal tahun 2021.
“Harga komoditas sayuran dengan harga tinggi, di antaranya jenis cabe rawit merah, cabe rawit hijau dan cabe merah keriting, bahkan perkilogramnya mencapai Rp100 ribu,” ungkapnya.
Namun dalam pekan ini harga tersebut mulai berangsur turun, untuk harga cabe rawit merah yang pekan lalu mencapai Rp90 ribu, pada pekan awal bulan Maret 2021 mengalami penurunan cukup signifikan.
“Monitoring terakhir harganya sudah turun pada kisaran Rp80 ribu, sedangkan cabe rawit hijau dan cabe merah keriting justru mengalami kenaikan,harga cabe rawit hijau Rp64 ribu dan harga cabe merah keriting Rp52 ribu,” terangnya.
Meski mengalami peningkatkan harga yang cukup tinggi, namun komoditas cabe tersedia di pasaran tradisional dalam jumlah yang cukup. Dampak lain dari tingginya harga cabe, penjual membatasi stok barang dan pembeli juga membatasi jumlah konsumsi.
“Saya kira ini hukum pasarnya, harga naik konsumen biasanya akan mengurangi jumlah pembelian dan mencari barang pengganti yang lebih murah, kita khawatir harga ini akan bertahan hingga jelang bulan Ramadan nanti,” katanya.
Berdasarkan informasi dari sejumlah pedagang, kenaikan harga cabai di Kabupaten Wonosobo karena kelangkaan barang. Di mana sejumlah sentra cabe di kaki Gunung Sindoro alami gagal panen karena cuaca buruk.
“Kemungkinan cuaca buruk, petani tidak panen, barang langka sehingga harga melonjak, komoditas cabe memang paling fluktuatif, harganya naik turun,” katanya.
Agung menambahkan, selain harga cabe, sejumlah harga kebutuhan pokok lainnya masih dalam batas wajar, seperti harga beras medium Rp9,5 ribu per kilogram, harga daging sapi masih Rp125 ribu, harga minyak goreng Rp15 ribu per liter, harga telur ayam turun tipis Rp22 ribu dan harga bawang putih Rp30 ribu per kilogram. (gus)

Artikel Menarik Lainnya :  Forkompimda Wonosobo dan 300 ASN Jalani Swab