Cegah Bencana, Lakukan Penghijauan di Hulu Sungai

PENANAMAN - Forum Kolaboratif Pengelolaan Hutan Petungkriyono mengadakan penghijauan di hulu Sungai Kupang di Dusun Lindon, Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

MAGELANGEKSPRES.COM,PETUNGKRIYONO – Guna mencegah bencana banjir di daerah hilir dan mencegah longsor di hulu, Forum Kolaboratif Pengelolaan Hutan Petungkriyono mengadakan penghijauan di hulu Sungai Kupang di Dusun Lindon, Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
Penyuluh Kehutanan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah CDK IV, Mustaghfirin, kemarin, mengatakan, penanaman pohon di hulu Sungai Kupang dilakukan untuk mencegah banjir dan longsor. Sebanyak 1300 bibit pohon ditanam di lahan seluas 1 hektare di hulu Sungai Kupang. Di antaranya bibit bambu petung, aren, jengkol, pete, nangka, sirsak, dan kopi Arabica Jawa.
“Kondisi kawasan hutan di hulu sini masih cukup bagus. Kalau lahan milik warga, banyak yang alih fungsi ke sayuran,” terang dia.
Menurutnya, lokasi penanaman di kawasan hutan yang sudah terbuka di pinggir Sungai Kupang. Sehingga area terbuka itu perlu diselamatkan dengan tanaman. “Luas yang ditanami 1 hektare. Sisa bibit dibagikan ke masyarakat untuk ditanam di lahan milik masyarakat,” kata dia.
Menurutnya, kegiatan penanaman itu bentuk kegiatan kolaboratif berbagai pihak. Di antaranya, DLHK Jateng, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, BKSDA Jateng, Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan, Bappeda Kabupaten Pekalongan, Swara Owa, Dinporapar, LMDH, Pokdarwis, dan Muspika Petungkriyono.
“Kegiatan ini merupakan kampanye kepada masyarakat agar mau ikut menjaga kelestarian alam untuk anak cucu kita. Penanaman ini juga upaya untuk mencegah terjadinya bencana tanah longsor dan meningkatkan resapan air hujan agar tidak terjadi banjir di hilir,” terang dia. (had)

Artikel Menarik Lainnya :  Bantu Pemkab Kudus, Polda Jateng Akan Beri Tambahan Tenaga Kesehatan