Haji, Indonesia Masih Menunggu Kepastian Pemerintah Arab Saudi

Haji, Indonesia Masih Menunggu Kepastian Pemerintah Arab Saudi

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021. Meski demikian, Pemerintah tetap mengintensifkan komunikasi dengan Pemerintah Arab.

Konjen RI Jeddah, Eko Hartono dalam pernyataannya mengatakan hingga kini Pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi aktif dengan Pemerintah Arab Saudi. Tujuannya untuk memastikan pelaksanaan haji 2021.

“KJRI terus menghubungi pejabat Kemenhaji. Ini kami minta ketemu lagi, cuma masih belum mendapat respon,” ujarnya, Minggu (7/3).

Menurutnya, sejauh ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum terlihat mempersiapkan secara fisik pelaksanaan ibadah haji 2021. Namun, soal kebiijakan, tak tertutup kemungkinan sudah disiapkan.

Mengenai kewajiban vaksin bagi calon jamaah haji, Eko menegaskan belum ada pernyataan resmi resmi dari Arab Saudi.

“Yang ada adalah surat dari Kemenkes Saudi ke Kemenhaji dan Umrah agar petugas kesehatan haji divaksin. Jadi sifatnya masih internal, untuk petugas Saudi,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan hingga kini belum mendapatkan informasi terkait pelaksanaan ibadah haji musim 2021.Pemerintah Arab Saudi masih belum memutuskan penyelenggaraan haji.

“Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan apakah haji tahun ini dibuka atau tidak,” katanya.

Ditegaskannya, jika sudah ada keputusan dari pemerintah Arab maka akan segera melakukan persiapan secara teknis. Kini, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario.

“Tetapi tentu skenario ini baru bisa jalan kalau sudah ada keputusan haji dari pemerintah Arab Saudi, dibuka atau tidak. Skenario salah satunya pembatasan ini,” katanya.

Dia memprediksi di masa pandemi COVID-19 ibadah haji tidak akan dijalankan secara normal, termasuk saat perjalanan menuju ke Arab Saudi.

“Seperti jaga jarak di pesawat, kemudian kamar yang biasanya diisi delapan orang hanya digunakan empat orang. Signal yang kita dapat ada pembatasan jamaah tidak seperti masa normal,” katanya.

Sementara itu, mengenai jamaah lanjut usia, pihaknya juga belum dapat memastikan apakah bisa mengikuti haji.

“Kami belum ada kepastian, mudah-mudahan bisa ya, tetapi ya tidak tahu. Itu kan kebijakan pemerintah Arab Saudi. Kita ini kan tamu, kita ikuti aturan pemerintah di sana,” katanya.(gw/fin)