Dua ABG Tewas Tenggelam

EVAKUASI - Tim relawan gabungan mengevakuasi jenazah korban yang berhasil ditemukan setelah tenggelam di kubangan bekas galian batu bata di Desa Paketiban, Kecamatan Pangkah,

MAGELANGEKSPRES.COM,PANGKAH – Dua Anak Baru Bede (ABG) yang tenggelam di kubangan bekas galian batu bata di Desa Paketiban, Kecamatan Pangkah, ditemukan tak bernyawa, Minggu (7/3) pagi. Keduanya yakni Fahri Ramadan bin Warjo, 13, dan Ahmad Faiz Ramadan bin Subekhi, 13. Mereka merupakan warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng.

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Ramedon, saat berada di lokasi menuturkan, jenazah korban yang kali pertama ditemukan yakni, Fahri sekitar pukul 7.10. Kemudian yang kedua, Faiz pada pukul 7.20.

“Jenazah sudah ditemukan. Tadi pagi (kemarin). Ditemukan oleh relawan gabungan dari PMI, BPBD, Gallawie Rescue dan TNI, Polri,” kata Ramedon, Sabtu pagi.

Ramedon menerangkan, kedua korban itu tenggelam saat mandi bersama sejumlah temannya pada Sabtu (6/3) sore. Setelah mendapat informasi itu, tim relawan gabungan langsung melakukan pencarian hingga Sabtu malam. Namun karena kondisi gelap, pencarian dihentikan dan dilanjutkan Minggu pagi.

“Pencarian dimulai jam enam pagi. Menggunakan dua perahu karet. Sebagian relawan juga melakukan penyisiran di air, mulai dari sisi timur kubangan sampai ke barat,” ujarnya.

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang SIK melalui Kapolsek Pangkah AKP Awan Agus Setijono menyatakan, korban masih duduk di bangku kelas VII. Melalui upaya pencarian yang melelahkan, jasad kedua ABG malang tersebut akhirnya bisa ditemukan. Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di belakang Gedung Serba Guna milik Desa Paketiban.

“Kejadian berawal saat kedua korban mandi di lokasi dengan beberapa temannya. Diduga, korban bergeser ke posisi yang dalam dan membuat tubuhnya tenggelam. Kuat dugaan kedua korban tidak bisa berenang,” cetusnya.

Kalakhar BPBD Kabupaten Tegal Jaenal Dasmin Kepala Bidang (Kabid) Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana Yuliono menambahkan, kubangan tersebut merupakan bekas galian untuk pembuatan batu bata milik Pemerintah Desa Paketiban. Rencananya, kubangan itu juga akan dijadikan wahana kolam pemancingan.

“Informasi dari kadesnya seperti itu. Jadi posisi di tengah cukup dalam, yakni sampai 5 meter. Sedangkan di tepi hanya setengah meter,” imbuhnya.

Nurohman, 45, paman dari Faiz, salah satu korban mengatakan, korban adalah anak yang pendiam. Bahkan, korban juga belum pernah bermain di kubangan tersebut. Korban justru lebih sering bermain di rumah bersama saudara-saudaranya atau temannya.

“Kemarin memang ada temannya yang mengajak bermain. Tapi gak tau main kemana, dia cuma bilangnya mau main bersepeda. Dan waktu itu orang tuanya juga sedang pergi ke Kota Tegal, jadi kejadiannya tidak tahu persis,” tukasnya. (her/yer/gun)