Ribuan Botol Miras Digilas, Tandai Peringatan HUT Satpol PP, Satlinmas dan Damkar Secara Sederhana

DIMUSNAHKAN. Ribuan botol Miras dimusnahkan dengan alat berat usai upacara Peringatan HUT ke-71 Satpol PP, HUT ke-59 Satlinmas, dan HUT ke-102 Damkar di Kantor Satpol PP Damkar Purworejo,

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Pemusnahan ribuan botol minuman keras (Miras) berbagai jenis dan merk mewarnai peringatan HUT ke-71 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-59 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), dan HUT ke-102 Pemadam Kebakaran (Damkar), Jumat (5/3). Miras hasil operasi selama akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021 itu digilas dengan alat berat di halaman Kantor Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo.

Dalam kesempatan itu juga digelar upacara dengan inspektur upacara Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM.

Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo SSos MSi, menyebut ada sebanyak 2.081 botol Miras yang dimusnahkan. Seluruhnya merupakan hasil operasi di berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo.

Terkait peringatan HUT, penyelenggaraan sengaja dikemas sederhana mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19. Selain upacara dan pemusnahan miras, hanya diisi dengan potong tumpeng dan kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada belasan siswa dari 3 SD.

“Besok kami juga akan melakukan anjangsana ke sejumlah panti rehabilitasi serta pondok pesantren. Jadi memang peringatan kali ini lebih kita arahkan ke kegiatan sosial,” ungkapnya.

Budi Wibowo menjelaskan, peringatan HUT mengangkat tema Kesiapsiagaan Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar dalam Mendukung Pencegahan dan Pengendalian Pendemi Covid-19 Menuju Indonesia Maju dan Sehat. Sejalan dengan tema itu, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas.

Kepada seluruh anggota, ada lima penegasan. Pertama, peningkatan kesiapsiagaan dalam mendukung upaya pencegahan, pengendalian serta pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19. Kedua, tingkatkan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan dalam mengawal urusan ketenteraman, ketertiban umum dan pelindungan masyarakat sebagai urusan pemerintahan wajib yang terkait dengan pelayanan dasar. Ketiga, Perkuat koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, baik secara vertikal maupun horizontal dengan berbagai instansi terkait atas dasar hubungan fungsional, saling membantu dan saling menghormati.

Artikel Menarik Lainnya :  Upah Relawan Covid-19 di Purworejo Tersendat Beberapa Bulan

Keempat, Perkuat pelaksanaan tugas yang tegas namun tetap humanis, dan senantiasa memperhatikan aspek hak asasi manusia serta citra dan wibawa penyelenggaraan pemerintahan.

“Kelima, Tingkatkan penegakan hukum disiplin Prokes dengan kerja sama yang melibatkan unsur Polri dan TNl, dan berikan contoh baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati dalam sambutannya menilai Peringatan HUT Satpol PP, Satlinmas serta Damkar yang dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19 terasa sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, bagaimanapun keadaannya, pihaknya meminta kepada seluruh anggota Satpol PP, Satlinmas, serta Damkar untuk terus bersama-sama melakukan sosialisasi 5M dan upaya pencegahan Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat, termasuk pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan.

“Upaya tersebut sampai dengan saat ini masih harus terus dilakukan dan akan tetap dilakukan sampai Pandemi Covid-19 berakhir dan hilang dari bumi lndonesia,” katanya.

Menurutnya, kontribusi Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar sangat diperlukan guna mendukung suksesnya pelaksanaan Otonomi Daerah, utamanya dalam penegakan peraturan daerah guna mendukung terciptanya pemerintahan yang baik serta memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dalam melaksanakan kewenangan guna menegakkan Peraturan Daerah dan keputusan kepala daerah sebagai salah satu tugas utama dari Satpol PP Damkar, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Terlebih dalam melaksanakan kewenangan ini, Satpol PP Damkar dibatasi oleh kewenangan represif yang sifatnya non yustisial. Satpol PP Damkar seringkali harus menghadapi berbagai kendala ketika harus berhadapan dengan masyarakat yang memiliki kepentingan tertentu dalam memperjuangkan kehidupannya, yang akhirnya bermuara pada munculnya konflik.

“Dalam menghadapi situasi seperti ini Satpol PP Damkar harus dapat mengambil sikap yang tepat dan bijaksana, sesuai dengan paradigma baru Satpol PP Damkar yaitu menjadi aparat yang ramah, bersahabat, dapat menciptakan suasana batin dan nuansa kesejukan bagi masyarakat. Namun, tetap tegas dalam bertindak demi tegaknya peraturan yang berlaku,” tandasnya. (top)

Artikel Menarik Lainnya :  Dianggap Janggal, Proyek Jalan Desa Bragolan Diadukan ke Polisi