Terdampak Cuaca Ekstrim, Sebagian Penutup Candi Losari Terlepas

ATAP. Terdampak cuaca ekstrim atap Candi Losari rusak dan akan segera diperbaiki dalam pekan ini.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Kompleks Candi Losari turut terdampak cuaca ekstrim, yang terjadi pada Selasa (2/3/2021). Sebagian atap penutup candi tersebut terlepas karena hempasan hujan angin kencang di wilayah Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam Magelang.

Akibat kejadian tersebut Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah, Sukron Edi, dan didampingi bagian perencanaan, pada Rabu (3/3/2021), langsung melaksanakan tinjauan kelokasi. Pihaknya akan melakukan perbaikan atap dalam pekan ini.

“Dalam minggu ini segera dibangun, terkait dampak kerusakan atap di Candi Losari,” ucap Sukron Edi.

Kerusakan akibat angin kencang juga masih terlihat di sekitar kompleks Candi Losari, yaitu banyak pohon tumbang dan rumah warga yang rusak.

Candi Losari sendiri telah tutup sejak pandemi Covid 19 masuk di Indonesia, bersama candi-candi kecil lainnya dibawah BPCB.

“Sementara ini belum menerima kunjungan, karena masih masa pandemi covid-19,” terang Juru Pelihara Candi Losari, Halimah.

Baca Juga
Polisi dan TNI Ikut Gotong Royong Perbaiki Rumah Warga yang Terdampak Angin

Kompleks Candi Losari bisa dibilang berbeda dengan candi lainnya, karena dipayungi atap. Awalnya Candi Losari yang letaknya dibawah permukaan tanah setelah digali tergenang air. Awalnya dugaan air yang menggenangi candi berasal dari air hujan, sehingga dibuatkan atap di atas candi.

“Atap dipasang agar candi tidak tergenang air. Setelah dipasang atap ternyata air masih ada, ternyata berasal dari mata air di bawah lokasi Candi Losari berdiri. Air menggenangi candi dengan kedalaman sekitar 4-5 meter,” terang Halimah.

Pada Desember 2017 di lokasi Candi Losari dipasangi pipa untuk membuang atau mengalirkan keluar air yang menggenangi candi, dan air sudah dialirkan ke Kali Mandung disebelah selatan candi.

Artikel Menarik Lainnya :  Memprihatinkan, 2 SD Negeri di Kota Magelang Hanya Dapat 1 Siswa dalam PPDB 2021

“Meskipun sudah dibuatkan saluran pembuangan air, untuk atap masih dipasang agar air hujan tidak masuk ke lokasi candi berdiri yang memang berada empat sampai lima meter di bawah permukaan tanah,” tutur Halimah.(cha)