Luasan Tanam Padi di Temanggung Surplus

PANEN. Salah seorang petani di Kecamatan Tembarak sedang memanen padi.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19, namun kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Temanggung masih sangat cukup. Bahkan secara luasan lahan tanam masih surplus ribuan hektar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, dalam setahun luasan tanam padi di Temanggung antara 28.000 hingga 30.000 hektar, dengan estimasi panen 7 ton gabah kering panen (GKP) dalam satu hektarnya.

“Jika dikalikan 7 ton saja dalam satu hektar, maka produksi GKP di Temanggung dengan luasan 30.000 hektar mencapai 210.000 ton,” terangnya, kemarin.

Padahal, dengan jumlah penduduk Kabupaten Temanggung kurang lebih sebanyak 800.000 jiwa, maka kebutuhan pangan dalam satu tahun berkisar antara  90.000 hingga 10.000 ton saja.

“Dengan jumlah 90.000-10.000 ton per tahun jika dihitung luasan hanya membutuhkan sawah seluas 8.813 hektar dengan estimasi hasil panen 6-7 ton,” terangnya.

Dengan perhitungan tersebut lanjut Joko, secara luasan masih surplus sebanyak kurang lebih 8.622 hektar di tahun 2020 lalu, hingga tahun 2025 mendatang diperhitungkan masih akan surplus 7.000 hektar.

Dijelaskan, perhitungan Balitbang Kementan dilakukan mulai tahun 2019-2025, sepanjang tahun tersebut luasan tanam padi di Temanggung masih akan terus mengalami surplus.

Baca Juga
Sepanjang 2020, Pemasangan Baru PDAM di Temanggung Turun

“2019-2035 sudah dirilis Balitbang Dirjen PSP dan Kementrian Pertanian, kita di tahun ini masih surplus secara luasan tanaman padi,” jelasnya.

Menurutnya, dengan kondisi ini maka secara umum kondisi ketahanan pangan masih lebih dari cukup, kebetulan selama satu tahun curah hujan lebih panjang hampir 8 bulan.

Surplus secara luasan ini juga didukung panen padi yang masih cukup banyak, program pengembangan juga berjalan, kuota pupuk juga lebih dari cukup untuk mendukung ketahanan pangan.

Artikel Menarik Lainnya :  Waspada! Covid-19 Kembali Mengganas

“Sisi lain sumber pangan hewani juga masih cukup,” terangnya.

Ia menambahkan, surplus pangan sebagian ada yang digunakan sebagai tepung dan bahan baku pengolahan pangan lanjutan, ada yang jadi tepung dan bahan makanan yang lainnya

“Tidak semua masyarakat menanam vairetas yang sama, ada yang tanam padi ketan, nah ini yang bisa dijadikan bahan pangan lanjutan, selain itu rasa padi dari Temanggung enak, pasaran di luar juga cukup banyak,” katanya. (set)