Tradisi Gogoh Iwak Tetap Lestari di Desa Megulung Lor

Tradisi Gogoh Iwak Tetap Lestari di Desa Megulung Lor
BEREBUT. Warga Desa Megulung Lor Kecamatan Pituruh berebut ikan dalam tradisi Gogoh Iwak di sungai depan balai desa setempat,

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Warga di Desa Megulung Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo terus berupaya untuk melestarikan tradisi unik bernama Gogoh Iwak yang telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun. Bertepatan dengan masa menjelang panen padi, tradisi kuno itu menjadi bentuk syukur sekaligus wahana untuk mempererat kerukunan warga.

Gogoh iwak musim panen kali ini berlangsung di kedung atau embung yang berada di depan Balai Desa Megulung Lor, Minggu (28/2). Sejumlah warga berama-ramai turun ke lokasi untuk gogoh atau menangkap berbagai jenis ikan. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan usia, mulai dari anak-anak, hingga dewasa dan orang tua. Ada yang membawa seser, jala, atau alat penangkap ikan lainnya.

Namun, berbeda dari biasanya, peserta gogoh iwak pada masa masa pandemi ini lebih sedikit karena untuk menghindari kerumunan massa.

“Tradisi gogoh iwak ini sudah turun remurun, dan merupakan salah satu wujud dari guyub rukun antar warga Desa Megulung Lor. Adapun kegiatan ini sudah berjalan ratusan tahun, yakni tiga tahun sekali, bertepatan dengan menjelang panen,” kata salah satu tokoh pemuda Desa Mugulung Lor, Luthfi Khakim.

Aksi gogoh iwak diawali dengan membendung aliran sungai, yakni di bagian atas kedung (kolam) atau embung tersebut. Setelah air kolam surut, warga beramai-ramai turun ke kolam dan menangkap ikan.

“Tua muda tidak malu-malu terjun ke kolam yang memiliki ukuran lebar 20 meter dan panjang kolam 300 meter itu.,” sebutnya.

Ikan-ikan yang ditangkap boleh dibawa pulang dan dikonsumsi. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menjual ikan-ikannya karena yang diperoleh cukup banyak. Mulai dari ikan lele, nila, hingga bayong.

“Tradisi ini perlu dilestarikan karena dapat memperkuat kerukunan warga di tengah era moderenisasi yang cenderung mengabaikan nilai-nilai toleransi dan kegotongroyongan,” ungkapnya. (top)

Artikel Menarik Lainnya :  Kader PKK Kabupaten Purworejo Dilatih Tertib Administrasi