Ranking Kemiskinan Wonosobo di Jateng Bergeser, Jadi Urutan 34

caption-Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat bacakan pidato pertama pada rapat paripurna di aula Utama DPRD Wonosobo.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Kemiskinan Wonosobo memang tidak lagi berada di urutan tertinggi, tapi telah turun satu tingkat. Sebelumnya rangking 35, saat ini menjadi rangking 34 di jateng.

” memang wonosobo tidak lagi yang termiskin di jateng, sudah naik kelas, cuma satu tingkat, tapi kita berharap nanti bukan naik kelas lagi, tapi ada lompatan,” ungkap Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat kemarin saat hadiri rapat paripurna di aula Utama DPRD .

DPRD Wonosobo gelar rapat paripurna di aula utama, dengan agenda mendengarkan pidato Bupati wonosobo. hadir dalam acara itu, seluruh anggota DPRD, dan jajaran forkompimda.

Menurutnya, kabupaten wonosobo di anugerahi sumber daya alam yang luar biasa. memiliki potensi wisata dan pertanian.

” itu harus di olah, dimaksimalkan untuk kemajuan masyarkat. birokrasi harus tampil melayani, “katanya.

Afif menambahkan, merujuk pada visi dan misi yang diusung yaitu wonosobo yang lebih berdaya saing. maka ada tiga hal yang akan di fokuskan, pertanian, wisata dan koperasi

” pada misi kedua kami, hasil revisi, tiga hal untuk memperkuat pondasi ekonomi masyarakat, yaitu pertanian, wisata dan koperasi, ” ucapnya.

Untuk mendukung itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan konsolidasi pasukan birokrasi di wonosobo.

” untuk menjalankan itu kita butuh pasukan birokrasi yang kuat, saat ini masih banyak yang bolong bolong, ” ujarnya.

Pasukan birokrasi itu akan ditata, dimulai dari pejabat eselon dua, kemudian eselon dibawahnya.

” tahun ini juga itu akan dilakukan, memantapkan kerja, apalagi sekarang masih pandemi, perlu ada skema refocusing anggaran yang tepat,” tandasnya.

Mantan ketua DPRD itu juga menegaskan bahwa dalam proses SOTK nanti pihaknya minta dikawal. Sebab dirinya dan gus albar sudah berkomitmen kuat tidak ada jual beli jabatan.

” kami berupaya untuk memberikan keteladanan. dalam SOTK nanti tidak ada jual beli jabatan, tolong kawal kami agar sesuai aturan,” pungkasnya. ( gus)