Pengetan Jumenengan Hari Jadi ke-190 Purworejo Lebih Ringkas dan Terbatas

TOTAL. Sejumlah penari tampak total meski harus mengenakan pelindung wajah saat menampilkan Tari Bedayan Beksan Kidung Cakra dalam Pengetan Jumenengan di Pendopo Kabupaten Purworejo, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Malam Pengetan Jumengan untuk menandai Hari Jadi ke-190 Kabupaten Purworejo digelar lebih ringkas dan sederhana dari tahun-tahun sebelumnya, Sabtu (27/2).

Selain menerapkan protokol kesehatan ketat bagi para penyaji atau penari, undangan yang hadir di Pendopo Kabupaten Purworejo juga terbatas.

Kemasan acara ringkas itu terlihat dari jumlah sajian seni budaya yang ditampilkan. Pada tahun 2020 lalu, ada kemeriahan sendratari Sengguh Ora Mingkuh di panggung megah yang didirikan di Monumen 05 Tahoen Merdeka, Jalan Setia Budi depan Pendopo.

Namun, Pengetan Jumenengan tahun ini hanya menampilkan dua pagelaran utama di dalam Pendopo, yakni Tari Bedayan Beksan Kidung Cakra dan Beksan Cakra Tunggal. Beksan Kidung Cakra  yang malam itu digarap oleh Penata Tari Melania Sinaring Putri merupakan tarian yang ditampilkan khusus pada Pengetan Jumenengan Bupati pertama Purworejo RAA Tjokronegoro I. Sementara Beksan Cakra Tunggal yang digarap oleh Wibi Supri Andoko merupakan sebuah karya yang terinspirasi dari tokoh Bupati RAA Tjokronegoro I.

Meski dalam suasana keterbatasan, para penyaji tetap total menyuguhkan tarian-tarian sakral tersebut.

“Seluruh seniman yang dibagi ke dalam kelompok pemusik dan penari tetap menggunakan masker atau face shield guna menerapkan Prokes,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda, Rita Purnama SSTP MM.

Kepala Dinparbud Agung Wibowo AP menyebut, pengeten Jumenengan dilaksanakan secara terbatas, tapi disiarkan secara live streaming dari cannel youtube Romansa Purworejo Indonesia.

“Setelah ini, akan ada kegiatan parade budaya yang akan diselenggarakan secara visual dan akan ditayangkan mulai tanggal 1-4 Maret,” sebutnya.

Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM yang hadir bersama istri serta Wakil Bupati Yuli Hastuti SH, pada kesempatan itu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-bersama membangun Purworejo, demi mewujudkan Purworejo berdaya saing 2025.

Artikel Menarik Lainnya :  Upah Relawan Covid-19 di Purworejo Tersendat Beberapa Bulan

“Sudah banyak hasil yang kita rasakan namun ke depan perlu ditingkatkan lagi,” tegasnya. (top)