Margomarem Selangkah Menuju Finalisasi Program

PAPARAN. Progress dari pengembangan RKPP Margomarem Garung ditanggapi Direktur Bumdesma Somaeri, di  Balai Desa Mlandi,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Perencanaan pembangunan program kawasan lima desa di Kecamatan Garung yang didesain dalam Margomarem sudah mendekati tahapan finalisasi. Di tahap FGD ke-2 yang digelar pada Jumat (26/2) pembahasan sudah masuk pada beberapa poin penting, sebelum disusun rencana pada Maret mendatang.

“Pada pembahasan Margomarem kali ini telah ditentukan beberapa poin penting untuk dibahas termasuk komoditas unggulan, future development, kawasan strategis, konsep pengembangan, hingga inisiasi program,” ungkap konsultan program dari Shirvano, Zamzam, di Balai Desa Mlandi.

Inisiasi adanya pembangunan kawasan lima desa itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RKPP) dengan didukung anggaran dari Bantuan Keuangan Pemda Kabupaten Wonosobo tahun 2020. Sementara untuk pelaksana kegiatan dilaksanakan oleh Bumdesma atau Badan Usaha Bersama dari lima desa.

“Salah satu tahapannya sudah sampai pada kompilasi data. Kita juga memperhatikan adanya rencana untuk kawasan yang sama seperti adanya konsep Geopark Dieng yang mencakup area telaga menjer dan sekitarnya,” imbuhnya.

Berbagai tantangan di kawasan lima desa Margomarem cukup dinamis. Meskipun saat ini banyak didominasi oleh masalah pada pemasaran hasil pertanian seperti hortikultura yang kerap mengecewakan masyarakat dengan anjloknya harga jual.

“Ada juga masalah lain seperti satwa liar yang turun dan rusak hasil pertanian. Di Garung ini masih banyak babi hutan hingga kera yang hidup liar,” ungkapnya.

Baca Juga
Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu Berharap Pemerintah Turun Tangan

Salah satu progress yang cukup baik adalah adanya putusan resmi dari Pemkab Wonosobo terkait SK untuk Kawasan Perdesaan. Dalam pembahasan lanjutan yang diikuti perwakilan Bumdesma, lintas instansi, pemerintah desa dan kecamatan itu juga dibahas arah dari pengembangan komoditas bersama para petani lokal yang tergabung dalam kelompok.

Artikel Menarik Lainnya :  99 Anak Anggota TNI di Wonosobo Divaksin

“Beberapa potensi yang sudah cukup bagus dan bisa diangkat ada kopi, hasil berbagai jenis cabai, dan juga berbagai jenis tepung untuk olahan makanan,” ungkap Somaeri, Direktur Bumdesma Margomarem.

Sementara itu diungkapkan Kabid Pengembangan dan Destinasi Disparbud, Edi Santoso, saat tata kelolanya di berbagai hal mendasar sudah baik semua akan terlaksana dengan lancar. Seperti pertanian hingga perkebunan bahkan di tata kelola pemerintahan juga baik maka aspek munculnya wisata menjadi sebuah keniscayaan yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat di lima desa. (win)