Tim KKN UNS 22 Bikin Budikdamber, Tingkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat Kampung Tuguran RW VI

 Tuguran RW VI, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG-Pandemi Covid-19 saat ini masih melanda seluruh dunia, yang memberikan dampak yang cukup besar di berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor ketahanan pangan. Banyaknya masyarakat yang ter-PHK akibat pandemi juga adanya PSBB (Pemberlakuan Sosial Berskala Besar) menjadikan ekonomi masyarakat tidak stabil sehingga perlu melakukan berbagai upaya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta periode Januari-Februari 2021 oleh kelompok KKN UNS 22 dilaksanakan selama 45 hari di Kampung Tuguran RW VI, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Kegiatan mengusung tema Supporting Pemahaman Covid-19 diikuti oleh Koordinator KKN, Muhammad Arbie Khairul Insani (Teknik sipil ) serta anggota terdiri dari ulia Nurmalitasari (Pendidikan Matematika), Muhammad Khafidz Riza (Pendidikan Bahasa Jawa), Dwi Senja Kumala Ningrum ( Teknik Sipil), Arin Munirotul Umah (Sastra Jawa), Hendy Andi Wicahyo (Desain Grafis), Rizal Aji (Ekonomi Pembangunan), Rizka Dwi Astari (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian) dan Panji Setiawan (Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer)
Program yang dijalankan terbagi menjadi dua yakni program utama dan penunjang. Program utama terdiri dari pembuatan masker, handsanitizer tool, budikdamber, poster sebagai media informasi preventif Covid-19 dan urban farming dengan menanam sayuran di polybag. Sedangkan program penunjang terdiri dari sosisalisasi perkembangan Covid – 19 di Magelang via grup Whatsapp, Sosialisasi mengatasi penyebaran berita hoax di masa pandemi, informasi KKN dan Covid – 19 melalui sosial media, pembuatan video tips hidup sehat selama pandemi, pembuatan kompos memanfaatkan sampah organik rumah tangga, dan pendampingan pembelajaran PAUD.
Budikdamber merupakan suatu budidaya yang mengadaptasi teknik Yumina-Bumina merupakan teknik budidaya yang memadukan antara ikan dan sayuran. Pada budidaya Yumina -Bumina dikenal empat sistem, yaitu: rakit, aliran atas, aliran bawah serta pasang surut. Pada sistem aliran atas ini distribusi air dilakukan lewat atas ke setiap wadah media tanam sehingga nutrisi yang berasal dari limbah budidaya dapat tersebar merata ke setiap batang tanaman.
Pembuatan budikdamber sistem aliran merata ini diperlukan alat dan bahan seperti: bak ikan, wadah media tanam, saluran air, pompa air, media tanam (batu apung), ikan (lele) dan tanaman. Budikdamber yang dilaksanakan pada hari Minggu (21/2/2021) bersama ibu-ibu PKK Kampung Tuguran bertujuan sebagai media ketahanan pangan bagi masyarakat dimasa pandemi Covid –19. Selain menjadi menjadi media ketahanan pangan, budikdamber memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai media dalam meningkatkan kreativitas masyarakat, serta menumbuhkan jiwa wirausaha dan sebagai media edukasi.
Seperti yang diketahui bahwa pandemi Covid – 19 di Indonesia tidak hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak perubahan gaya hidup masyarakat. Aktivitas luring dibatasi yang mengakibatkan banyak kegiatan sehari-hari yang berubah, sehingga untuk solusi perubahan gaya hidup beberapa aktivitas dilakukan secara daring. Adanya kegiatan budikdamber dapat mengasah kreativitas masyarakat dalam berbagai bidang seperti memelihara ikan sambil bercocok tanam, agar dapat membantu ketahanan pangan secara mandiri. Kegiatan sosialisasi budikdamber dilaksanakan melalui whatsapp grup dan secara door to door. Mahasiswa KKN UNS juga memberikan alat dan bahan untuk budikdamber di Kampung Tuguran, Magelang agar dapatdipraktikkan kepada masyarakat.
“Kami berterimakasih karena dengan adanya budikdamber ini yang tadinya kita tidak kepikiran untuk budidaya lele, kompos tanaman, yang tadinya udah di buang aja nggak di olah lagi, dengan adanya ini kita tambah ilmu, ada manfaatnya,” kata Rini, Ketua RT 02 Kampung Tuguran.
Diharapkan dengan adanya program kerja budikdamber ini masyarakat RW 06 di Kampung Tuguran dapat terbantu baik untuk konsumsi pribadi juga sebagai peluang bisnis apabila diproduksi dalam jumlah yang cukup besar. (rls)

Artikel Menarik Lainnya :  Angka Kematian Covid-19 di Kota Magelang Meningkat, 100 Jenazah Dimakamkan Selama Juli