Pemkab Temanggung Petakan Penerima Vaksin Tahap Selanjutnya

VAKSINASI. Petugas kesehatan sedang melakukan vaksinasi tahap ke dua di Pendopo Pengayoman Temanggung,

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung telah melakukan pemetakan terhadap calon penerima vaksin pada tahap selanjutnya, meski vaksinasi Covid-19 tahap kedua masih dilaksanakan.

Sekretaris Dinas KesehatanKabupaten Temanggung, Khabib Mualim mengatakan, upaya tersebut dilakukan agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap selanjutnya bisa berjalan lebih lancar sesuai dengan data yang telah disusun.

“Persiapan vaksinasi memang direncanakan lebih awal, dengan harapan saat vaksin datang bisa langsung dilaksanakan tanpa kendala,terutama pada calon penerima vaksin,”terangnya, Rabu (24/2).

Khabib menyebutkan, pada tahap selanjutnya pihaknya telah melakukan memetakan calon penerima vaksin dari tenaga pendidik atau guru dengan jumlah sebanyak 10.000 penerima. Selain itu juga dari pedagang tradisional sebanyak kurang lebih 3.000 orang.

“Kedua golongan pekerjaan ini masih masuk dalam petugas pelayan publik,”katanya.

10.000 guru itu mencakup dari jenjang sekolah Paud, TK, SD, SMP negeri dan swasta. Dari golongan guru ini memang diikutsertakan menjadi calon penerima vaksin pada tahap selanjutnya.

Baca Juga
Babinsa Turut Sosialisasikan Prokes hingga Pasar

Sedangkan 3.000-an pedagang adalah para pedagang pasar tradisional Temanggung, Parakan, Ngadirejo, Candiroto, Kranggan, dan Pasar Pringsurat.

“Ribuan pedagang dari sejumlah pasar tradisional di Temanggung itu akan diambil secara acak, mereka yang sudah didata akan mengikuti vaksinasi Covid-19 pada tahap selanjutnya,”terang Khabib.

Kata Khabib, meski jumlah guru terbilang cukup banyak, namun Dinas Kesehatan belum bisa mengambil sampel tenaga pendidik yang bisa divaksinasi. Dengan alasan agar tidak terjadi kecemburuan satu sama lain.

“Tahap kedua ini memang kami tidak memasukan guru, karena jumlahnya sangat banyak. Untuk guru ini memang direncanakan secara bersama-sama,”tuturnya.

Begitupun kepada pedagang pasar tradisional, Dinas Kesehatan hanya mengambil sampel 49 pedagang pertokoan (di luar pasar tradisional) yang dipilih secara acak untuk mengikuti vaksinasi. Sisanya akan diikutkan pada vaksinasi tahap selanjutnya.

“Untuk penyintas dan lansia tetap didata. Lansia yang boleh divaksin baru di ibu kota provinsi. Kemudian untuk penyintas, boleh divaksin setelah 3 bulan. Tetap melihat ketersediaan vaksin yang mencukupi, baru untuk penyintas,” tuturnya

Sedangkan untuk yang lainnya lanjut Khabib, adalah perangkat desa, sopir angkutan, dan beberapa petugas pelayanan publik yang belum mendapatkan jatah vaksin.

“Sejauh ini pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan baik, antusiasme warga yang sudah masuk dalam daftar penerima vaksin juga cukup tinggi,”katanya.(set)