Handsanitizer Injak Bikinan Tim KKN UNS 23 Sangat Membantu Masyarakat Kemasan

PERAKITAN. Tim KKN UNS Kelompok 23 bersama masyarakat Dusun Kemasan sedang merakit alat handsanitizer.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik Integratif UNS kelompok 23 melaksanakan KKN di Dusun Kemasan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Kegiatan KKN tersebut dilaksanakan secara daring dan luring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. KKN ini dilakukan guna membantu mengatasi permasalahan masyarakat terkait penyebaran virus Covid-19. Tim KKN UNS kelompok 23 melakukan kegiatan mulai dari sosialisasi kesehatan, pembuatan alat-alat kesehatan, penanaman tanaman obat, serta program penunjang lainnya. Salah satu kegiatan yang diunggulkan yaitu pembuatan alat handsanitizer injak.
Rabu (24/2), Tim KKN Tematik Integratif UNS kelompok 23 melakukan kegiatan sosialisasi pembuatan handsanitizer injak kepada sebagian masyarakat Dusun Kemasan. Kegiatan tersebut berupa pemberian materi hingga perakitan alat handsanitizer injak. Alat tersebut selanjutnya ditempatkan di lokasi yang biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat. “Kegiatan ini dipilih atas dasar keinginan kami untuk mengurangi kontak fisik secara langsung antar masyarakat yang menggunakan handsanitizer secara bersama di tempat umum. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sebagai inovasi baru dalam pengaplikasian handsanitizer di tempat umum,” terang Thoriq Surya selaku ketua Tim KKN Tematik Integratif UNS Kelompok 23.
Handsanitizer injak ini dapat dikatakan sebagai teknologi tepat guna, sebab bahan dan pembuatannya relatif mudah, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, serta dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat secara mudah. Keunggulan dari handsanitizer injak ini yaitu praktis dan dapat dibawa kemana saja, sebab berbentuk kerangka dan mudah dibongkar-pasang. “Cara pembuatan alat handsanitizer injak ini cukup mudah, kita hanya perlu menyiapkan pipa peralon, lem, dan sambungan peralon. Pipa peralon dipotong sesuai dengan ukuran yang diperlukan kemudian disambungkan,.” terang Fajar Bayu, penanggung jawab program kerja.
Tim KKN Tematik Integratif UNS kelompok 23 membuat tiga buah alat handsanitizer injak yang ditempatkan di lokasi strategis di mana masyarakat sering melakukan berbagai kegiatan.
Lokasi tersebut antara lain seperti aula Dusun Kemasan, TPQ, dan masjid. Alat tersebut dapat juga dimanfaatkan pada acara tertentu yang diselenggarakan di Dusun Kemasan. “Sangat membantu sekali buat masyarakat mungkin untuk segi kepraktisannya bisa dipindah- pindah jadi manfaatnya cukup besar. Alat ini bisa digunakan masyarakat saat ada acara hajatan dan kegiatan masyarakat lainnya,” terang Solikhun, Kepala Dusun Kemasan. (rls)

Artikel Menarik Lainnya :  Tempat Wisata di Kota Magelang Masih Tutup