Pondasi Jembatan di Mutisari Ambrol, Peninggalan Zaman Belanda

TINJAU. Jembatan penghubung Mutisari menuju Kalidesel yang rusak ditinjau dari DPU dan Kecamatan Watumalang

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Jembatan penghubung Desa Mutisari Kecamatan Watumalang di Dusun Bendungan menuju Kalidesel, Campursari, dan Sikunang Kejajar mengalami kerusakan cukup parah. Hingga Selasa (23/2) kondisi pondasi jembatan yang merupakan peninggalan dari era kolonial Belanda itu sudah ambrol. Meskipun kini masih bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat, namun dibatasi tonasenya.

Kepala Desa Mutisari, Mahyatun mengatakan, dari peninjauan itu kondisi pondasi memang sudah ambrol dan menjadi jalur utama penghubung desa.

“Terakhir dicek, pondasi sudah ambrol. Ini jalur satu-satunya penghubung antar desa Mutisari menuju Kalidesel, Campursari, dan Sikunang serta akses ke Batur Dieng Kabupaten Banjarnegara,” katanya usai dilakukan peninjauan kondisi jembatan oleh DInas PU dan Kecamatan Watumalang, kemarin (23/2).

Menurut informasi catatan desa, jembatan tua itu pernah diperbaiki pada tahun 1984. Mahyatun menyebut, karena aktivitas warganya yang mayoritas petani, maka jembatan tersebut menjadi jalur mobil bermuatan berat.

“Ada keretakan juga terlihat di dinding jembatan dan kejadiannya belum lama ini mungkin mulai di musim penghujan akibat penambahan debit aliran air sungai,” imbuhnya.

Pihak pemdes Mutisari juga menginformasikan kepada warga untuk berhati-hati ketika melintasi jembatan yang ada di kawasan Bendungan itu. Apalagi di bagian tengah atas juga ada retakan. Terlebih lagi untuk kendaraan yang berpapasan juga diminta lebih berhati-hati. (win)

Artikel Menarik Lainnya :  Wonosobo Raih Anugerah KLA 2021 Kategori Madya