Sepekan Ini Nelayan Jatimalang Takut Melaut

PERBAIKI. Salah satu nelayan di Pantai Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Purworejo tengah memperbaiki jaring untuk persiapan turun melaut.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWODADI – Sejak sepekan terakhir, nelayan di Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi terpaksa tidak melaut dulu seiring ombak pantai selatan yang belum bersahabat. Mereka memilih untuk bertani serta memperbaiki peralatan melaut untuk persiapan sambil menunggu cuaca dan ombak kembali normal.

Sutaryo, saat ditemui ketika, memperbaiki jaring mengungkapkan, ia dan rekan-rekannya sudah kurang lebih seminggu ini libur. “Sudah seminggu nelayan sini tidak turun, cuaca belum bersahabat, gelombang tinggi,” ujarnya.

Dijelaskan, sebelum Imlek nelayan Jatimalang sempat turun berburu ikan bawal dan udang lobster, namun juga hanya beberapa hari. “Kalau hasil tangkapannya lumayan sebetulnya, tapi karena gelombangnya tinggi jadi takut untuk ambil resiko,” jelasnya.

Menurutnya, harga ikan Bawal bagus, untuk size 5 ons – 7 ons harganya mencapai Rp 225 ribu per kilogram, sementara size 4 ons – 5 ons masih laku di kisaran harga Rp 195 ribu per kilogram. Lobster mutiara juga bisa terjual Rp 750 ribu per kilogram.

“Nelayan di pantai Jatimalang sekarang ada sekitar 100, beberapa pekan terakhir yang rutin turun melaut hanya sekitar 34 perahu. Selebihnya memilih menjaring ikan dengan jaring eret di tepian targetnya ikan GT dan ikan keting laut,” ujarnya.

Dijelaskan, selain jadwal pasang surut air laut, sebagian besar nelayan di Jatimalang juga menunggu info dari para nelayan Cilacap. Ketika hasil tangkapan nelayan Cilap bagus, nelayan di Jatimalang biasanya baru turun.

“Sekarang mereka (nelayan Cilacap, red) banyak yang turun ke laut teduh, jauh di selatan sana, berburu ikan layur, kalau kami targetnya tetap bawal dan lobster,” jelasnya.

Nelayan lain, Muryadi (30)mengungkapkan, melihat prediksi cuaca dan gelombang laut diperkirakan mulai turun awal pekan kedepan. “Kalau sekarang kebanyakan di tepian menggunakan jaring eret, tetapi kalau gelombang tinggi juga tidak berani, hasil tangkapannya juga kurang maksimal,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pandemi Covid-19, Permintaan Hewan Kurban Menurun

Sadino (45) warga Purworejo mengatakan, setia akhir pekan ia kerap ke pantai Jatimalang yang kini lebih dikenal dengan nama pantai Dewa Ruci. Selain berlibur bersama keluarga, ia juga sengaja untuk membeli ikan hasil tangkapan nelayan setempat.

“Ini kok sepi, katanya memang tidak ada yang turun melaut, ikan hasil tangkapan nelayan sini segar, berbeda dengan daerah lain, saya biasanya beli ketika nelayan turun membawa ikan, harganya juga murah,” katanya. (luk)