Mengenang Jasanya, Walikota Magelang Meresmikan Gedung 8 Lantai Bernama Bagus Panuntun

RESMI. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito meresmikan gedung 8 lantai RSUD Tidar, dengan nama Bagus Panuntun.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Walikota Magelang Sigit Widyonindito meresmikan gedung 8 lantai di kompleks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar, di Jalan Tidar, Kota Magelang, yang kini bernama drs H Bagus Panuntun, Sabtu (13/2). Sigit mengungkapkan, gedung 8 lantai yang menjadi kebanggaan warga Kota Magelang ini dibangun dengan anggaran Rp85 miliar dengan sistem multiyears, 2019-2020.

Sigit mengatakan, pemberian nama Gedung Bagus Panuntun ini sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa Walikota Magelang periode 1979-1989 itu. Peresmian ditandai dengan tanda tangan prasasti dan potong tumpeng disaksikan langsung oleh 4 anak dan keluarga almarhum Drs H A Bagus Panuntun.

”Saya berikan nama Gedung 8 Lantai RSUD Tidar itu Drs H A Bagus Panuntun. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau untuk Kota Magelang,” kata Sigit.

Ia menjelaskan, sosok Bagus Panuntun adalah pemimpin yang memiliki pemikiran-pemikiran visioner untuk memajukan Kota Magelang. Termasuk ingin menjadikan Magelang sebagai Kota Jasa.

Baca Juga
Karyawan CBS Magelang Ikuti In House Traning

”Pak Bagus ingin Kota Magelang jadi Kota Jasa, dan sekarang terwujud menjadi Kota Jasa. Kalau dulu jadi kota transit tapi sekarang jadi kota tujuan. Kita memiliki jasa pelayanan yang bagus dari pendidikan, sampai kesehatan,” ungkap Sigit.

Gedung 8 Lantai RSUD Tidar yang awalnya dinamakan Anggrek ini disebut sebagai gedung tertinggi di Kota Magelang. Sigit pun berharap adanya gedung dengan berbagai fasilitas ini menambah kualitas dan profesionalitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Berbagai fasilitas di gedung baru ini diharapkan RSUD Tidar bisa setara, atau bahkan lebih baik, dari rumah sakit-rumah sakit swasta.

”Layani dengan baik, senyum. Rakyat tidak berlebih, ada pasien datang disambut senyum itu ‘menyembuhkan’,” ucapnya.

Direktur RSUD Tidar Kota Magelang dr Adi Pramono menjelaskan, gedung Drs H A Bagus Panuntun merupakan proyek yang dikerjakan secara multiyears pada tahun 2018-2019. Total dana yang dikeluarkan untuk membangun gedung monumental ini sebesar Rp85 miliar yang bersumber dari APBD Kota Magelang 2018 dan 2019.

Artikel Menarik Lainnya :  BOR RS Kota Magelang Masih di Atas 80 %

Gedung yang mulai operasional pada 1 Februari 2020 ini dipergunakan untuk pelayanan rawat jalan dan pelayanan penunjang. Gedung ini dilengkapi lift dan eskalator.

Adapun pemanfaatan masing-masing lantai antara lain basement area parkir, lantai 1 untuk informasi, pendaftaran radiologi dan laboratorium, dan instalasi radiologi. Lantai 2 poli syaraf, neuro, instalasi rehab medik, pelayanan visum, kasir dan kantor kas Bank Jateng.

Lantai 3 poli anak, obsgyn, kulit dan kelamin, mata dan jantung. Lantai 4 untuk poli penyakit dalam, bedah, THT, saraf dan gigi. Lantai 7 untuk instalasi laboratorium patologi klinik dan patologi anatomi.

”Untuk tahun anggaran 2021 direncanakan penyempurnaan lantai 5,6 dan 8 dengan pagu anggaran senilai Rp16 miliar, jangka waktu pelaksanaan 8 bulan,” ungkap Adi.

Adapun pada lantai 5 rencananya akan digunakan untuk aula, lantai 6 untuk poli VIP (poli penyakit dalam, anak, obsgyn, jantung, bedah umum dan saraf) dan lantai 8 untuk aula dan perkantoran.

Sementara itu, putra pertama almarhum Bagus Panuntun, Cahyo Raharjo Edi Wibowo mengaku pihak keluarga merasa terhormat, nama Drs H A Bagus Panuntun diabadikan untuk gedung 8 lantai RSUD Tidar.

”Ini kebanggaan bagi keluarga besar Bagus Panuntun. Semoga gedung ini bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dengan kualitas yang baik, khususnya untuk warga Kota Magelang dan sekitarnya,” tuturnya.

Cahyo menyampaikan, semasa hidup ayahnya sangat mencintai Kota Magelang. Salah satu cita-cita almarhum yang pernah disampaikan oleh putra-putrinya adalah menginginkan Kota Magelang menjadi kota jasa dengan fasilitas yang baik.

”Cita-cita itu karena letak Kota Magelang sangat strategis, penyangga kota besar Semarang dan Jogjakarta,” katanya. (wid)