Walikota Magelang Canangkan Pembangunan eks MT tapi Belum Tahu Kapan Dibangun

PRASASTI. Walikota Magelang Sigit Widyonindito menandatangani pencanangan pembangunan eks gedung MT di Jalan Alun-alun Timur, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pemkot Magelang mencanangkan pembangunan pusat perbelanjaan di lokasi eks Magelang Theater (MT) dan eks Tidar Theater, di Jalan A Yani, Alun-alun Timur Kota Magelang, Jumat (12/2). Pencanangan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Walikota Magelang Sigit Widyonindito.

Ketua Tim Bangun Guna Serah (BGS) M Abdul Azis mengatakan, pemerintah merasa perlu memberikan informasi kepada masyarakat berkenaan dengan proses pembangunan di atas aset tanah milik Pemkot Magelang itu.

Untuk diketahui, pembangunan bekas gedung bioskop itu bekerja sama dengan PT Grha Karya Insvestama, Jakarta.

“Ini menjadi upaya dan kerja keras Pemkot Magelang dalam mengoptimalkan aset. Termasuk mendukung pembangunan di lahan tata ruang di kawasan perdagangan dan jasa, sehingga lebih berdaya guna,” kata Aziz yang juga Kepala DPMPTSP Kota Magelang itu.

Ia menjelaskan, pada 21 Juli 2020 lalu telah ditandatangani perjanjian kerja sama BGS guna pemanfaatan tanah milik Pemkot Magelang. Perjanjian tersebut menjadi dasar pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Adapun proses ini sebelumnya telah melalui tahapan panjang sejak 2013 lalu. Mulai dari persiapan, kajian hukum, analisa daya guna, analisa kelayakan, apprasial (penilaian) dari lembaga independen sampai proses lelang/tender.

“Tahapan selanjutnya, adalah pembangunan sesuai dengan ketentuan yang mengikat dan kesepakatan dua pihak dalam perjanjian, yang secara berkesinambungan akan dimonitor dan dievaluasi perkembangannya,” jelasnya.

Baca Juga
Di Penghujung Jabatan, Walikota Magelang Lantik 13 PNS

Sementara itu, Walikota Magelang Sigit Widyonindito mengungkapkan rencana pembangunan ini telah dirintis lama dan tahapan yang detail. Pemerintah sangat hati-hati agar tidak menyalahi prosedur yang ditentukan.

“Apalagi aset kita ini luar biasa, super premium, ada pusat perbelanjaan, Alun-alun, bisa tampak Gunung Sumbing di depan. Belakang kalau cerah bisa lihat Gunung Merapi dan Merbabu. Viewnya bagus, sangat menjual,” kata dia.

Artikel Menarik Lainnya :  Pemkot Magelang Minta 1.810 Dosis yang Datang hanya 250 Vaksin

Lebih lanjut, banyak manfaat yang didapat dari kerja sama ini. Begitu pembangunan yang 5 lantai selesai, Pemkot Magelang langsung memperoleh satu lantai yang nantinya untuk mall pelayanan publik (MPP).

Kemudian, dari aspek pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Magelang akan memperoleh kontribusi tahunan dari perusahaan yang nilainya dihitung oleh appraisal independent dan dari sektor pajak.

“Belum lagi dampak positif lainnya dari kegiatan ekonomi yang ada, penyerapan tenaga kerja, dan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Direktur PT Grha Karya Insvestama Jakarta, Yudi memaparkan, proyek senilai kurang lebih Rp200 miliar, itu rencananya akan menjadi bangunan 15 lantai yang menyediakan berbagai fasilitas. Tidak hanya pusat perbelanjaan, tapi juga pusat pelayanan (one stop service), hotel, dan apartemen.

Dikatakan Yudi, pembangunan dimulai dari bassement yang akan menjadi lokasi parkir pengunjung. Kemudian lantai 1 untuk cafe/restoran, lantai 2 untuk mall, lantai 3 untuk theater/bioskop, dan lantai 4 untuk pusat pelayanan masyarakat milik Pemkot Magelang.

“Lantai 4 untuk fasilitas pelayanan umum yang dikelola Pemkot Magelang, seperti untuk pembayaran PBB, PLN, PDAM, perizinan-perizinan dan lainnya,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk lantai 5 dan 6, rencananya akan menjadi ballroom dengan kapasitas sekitar 2.000 orang, berikut berbagai fasilitasnya. Sedangkan lantai 6 ke atas, sedang direncanakan akan menjadi hotel dan apartemen.

Walau begitu, pembangunan tidak bisa segera dilaksanakan mengingat pandemi Covid-19 belum mereda.

“Investasi betul-betul terpuruk akibat pandemi ini. Kami sedang “injak rem” sebentar. Tapi kita optimistis kami akan terus maju,” pungkasnya. (wid)