Jalan Temanggung-Kendal Kerap Makan Korban, Kondisinya Rusak Parah

BERLUBANG. Jalan raya Ngadirejo Candiroto rusak parah

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Para pengendara kendaraan bermotor wajib berhati-hati jika melintasi jalan raya Kecamatan Ngadirejo menuju Kecamatan Candiroto hingga Kabupaten Kendal. Jalan penghubung antar kecamatan dan kabupaten tersebut kondisinya rusak parah, sehingga tidak sedikit kecelakaan terjadi di sepanjang jalan itu.

Jalan rusak terparah membentang dari Desa Traji hingga Muntung Kecamatan Ngadirejo. Pengguna jalan raya harus ekstra hati-hati, apalagi jika malam hari dan saat turun hujan lubang-lubang yang ada di jalan itu tergenang air.

“Di situ banyak kendaraan roda dua yang terjebak hingga akhirnya mengalami kecelakaan,” ungkap Safrudin (43) warga Mento Kecamatan Candiroto, kemarin.

Menurutnya, tidak hanya sekali atau dua kali saja, dalam satu pekan terkahir ini informasi adanya kecelakaan lebih dari empat kejadian. Kondisi ini sudah cukup memprihatinkan bagi warga.

“Warga yang tinggal di daerah dekat jalan raya paling-paling hanya bisa menolong yang kecelakaan saja, itupun kalau sedang berada di rumah,” jelasnya.

Baca juga
Mantan Karyawan Telkomsel Bobol Voucher Pulsa dan Game 1,5 Miliyar

Salah satu korban, Wahidi (42), mengaku terjatuh saat roda sepeda motornya bagian depan masuk ke lubang jalan. Ia pun tersungkur ke jalanan dan mengalami luka lecet-lecet di bagian tangan dan kaki. Beruntung tak ada luka yang serius yang dialaminya.

“Sudah hati-hati karena banyak lubang. Tetapi tadi ada sepeda motor belok enggak ngriting (menyalakan lampu sein) pas belok. Saya menghindarinya malah masuk lubang dan jatuh,” terangnya.

Diketahui dari beberapa penuturan warga, rusaknya jalan penghubung dua kabupaten itu sudah terjadi kurang lebih 5 tahun terakhir.

Kondisi aspal yang sudah lama tidak kuat menahan derasnya hujan dengan intensitas tinggi hingga berlubang. Meski Dinas terkait sudah melakukan penambalan jalan, tak cukup mengatasi permasalahan dalam jangka panjang. Bahkan, sebagian warga menyebut, sore ditambal, diuguyur hujan malam hari, paginya berlubang kembali.

Artikel Menarik Lainnya :  Angka Kematian Pecahkan Rekor!

Rohmad (31), warga sekitar menuturkan, rusaknya jalan provinsi penghubung Wonosobo-Temanggung-Kendal hingga Jakarta melalui Sukorejo-Weleri hampir tiap hari memakan korban. Khususnya saat intensitas hujan tinggi di wilayah Temanggung.

Saat hujan deras, lubang jalan tertutup dengan air sehingga pengendara tidak mengetahui adanya lubang. Tidak hanya itu, saat malam hari kadang-kadang lubang juga tidak terlihat oleh pengguna jalan raya.

“Paling sering kalau saat turun hujan, kan banyak sepeda motor yang masih nekat melakukan perjalanan, nah mereka itu biasanya terjebak di lubang yang tergenang air,” ujarnya.

Ia berharap dinas terkait baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi turun tangan untuk membenahi jalan yang rusak. Mengingat jalan tersebut menjadi jalan utama penghubung Temanggung-Kendal serta beberap daerah lainnya.

“Ya ini banyak lubang. Kami berharap diganti yang baru, dicor atau diaspal ulang. Kalau cuma ditambal, 5-7 hari sudah hilang (tambalannya) saat hujan deras,” tuturnya. (set)