Hamili Anak Tiri, Karijan Diringkus

PENYIDIKAN - Tersangka yang menghamili anak tiri digiring Kanit PPA Reskrim Polres Tegal usai menjalani penyidikan.

MAGELANGEKSPRES.COM, SLAWI – Aksi bejat yang dilakukan Karijan, 57, warga Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi akhirnya terbongkar. Pelaku melakukan perbuatan tidak terpuji kepada anak tirinya yang masih di bawah umur dan mengidap kelainan, yakni kesulitan dalam berkomunikasi hingga korban hamil. Pelaku pun dijemput Unit PPA Reskrim Polres Tegal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang SIK melalui Kasat Reskrim AKP I Dewa Gede Ditya SIK menyatakan, aksi pelaku terbongkar setelah paman korban melaporkan apa yang dialami keponakannya ke Unit PPA Polres Tegal. Tersangka melakukan aksinya usai subuh.

“Istri pelaku setiap pagi, sekitar pukul 05.00 rutin membeli sarapan untuk bekal ke sawah. Di waktu itulah pelaku memaksa korban EL, 15, untuk melayani hasrat biologisnya,” ujarnya, Senin (8/2).

Seiring berjalannya waktu, ibu korban, Sairah, 30, mulai curiga dengan kondisi badan anaknya. Awalnya, korban yang gagap dalam bicara takut mengatakan siapa yang telah menghamilinya. Ibu korban berupaya mengontak adiknya yang di Jakarta untuk pulang. Ketika ditanya siapa yang menghamili, korban mau berterus terang pada sang paman.

“Mendengar pengakuan korban, sang paman langsung melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Polres Tegal,” cetusnya.

Mendasari laporan tersebut, Kanit PPA Polres Tegal Iptu Wahyudi bersama personel melakukan penangkapan terhadap diri tersangka. Dalam pengakuan di hadapan penyidik, pelaku sudah lima kali melakukan hubungan intim secara paksa dengan korban.

“Dia mengaku melampiaskan hasrat biologisnya ke anak tirinya, lantaran jarang berhubungan intim dengan sang istri yang sudah lelah seharian bekerja di sawah,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-undang Nomor 23/Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun. Karena perbuatan ini dilakukan oleh ayah tiri, ada penambahan sepertiga dari hukuman yang diterapkan menjadi 20 tahun penjara. (her/gun)

Artikel Menarik Lainnya :  Pernah Tolak Vaksinasi, Kepala Desa Jenar di Sragen Dijadikan Duta Vaksin Oleh Kapolres