BUMN Komitmen Dorong UMKM Bangkit

BUMN Komitmen Dorong UMKM Bangkit

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk kembali bergeliat di tahun 2021. Sebab, sektor UMKM merupakan penyokong utama perekonomian nasional.

“Kami infokan bahwa program Kemitraan BUMN dengan UMKM pada dasarnya tidak terbatas pada penyaluran pinjaman kepada mitra binaan yang biasa disebut dengan Program Kemitraan (PK) yang merupakan bagian dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), di mana saat ini lebih dikenal sebagai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” ujar Staf Ahli Menteri BUMN Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, Loto Srinaita Ginting kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (7/2).

Menurut Loto, Kementerian BUMN bersama seluruh pemangku kepentingan terus berusaha melakukan provement dalam pengembangan UMKM, salah satunya pada tahun 2020 lalu, telah diluncurkan layanan Pasar Digital UMKM (PaDI UMKM), yang sasarannya untuk membantu pemasaran produk-produk UMKM agar penetrasi bisa dilakukan tak terbatas waktu dan lebih luas.

“Kami membuat sebuah ekosistem berbasis digital platform yang mempertemukan UMKM dengan BUMN guna memberi ruang dan peluang bagi UMKM untuk mendapatkan transaksi belanja dari BUMN sekaligus channel dalam hal memperoleh pembiayaan dari BUMN,” jelasnya.

Layanan PaDI UMKM tersebut, lanjut Loto, sekaligus upaya pemangku kepentingan untuk meningkatkan kinerja UMKM di tengah situasi pandemi. Ia berharap, ke depannya akan ada program-program lain yang bisa diciptakan guna mendorong pertumbuhan UMKM, sehingga UMKM bisa naik kelas.

“Di samping itu, program kemitraan BUMN dengan UMKM lainnya yaitu Rumah BUMN (dahulu Rumah Kreatif BUMN), saat ini sedang kami lakukan penyempurnaan agar lebih optimal,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia M Ikhsan Ingratubun mengatakan, saat ini kondisi UMKM sedang tidak menenentu. Menurut dia, bangkitnya UMKM terngantung seberapa cepat penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Artikel Menarik Lainnya :  Maret 2021, Tingkat Kemiskinan di Kota dan Desa Kompak Naik

“Meskipun ada penanganan Covid-19, tapi kan masih belum jelas, sampai Februari juga kan kondisinya masih parah, sehingga kondisi UMKM masih parah dan berdarah-darah,” ujar Ikhsan.

Selama ini, kata dia, UMKM banyak terbantu oleh program-program pemerintah seperti percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maupun PKBL dari BUMN dan korporasi lainnya. Namun demikian, untuk menjadikan hal itu sebagai daya dorong kebangkitan UMKM, masih diperlukan upaya lain yang lebih keras lagi.

“Di satu sisi UMKM mau bangkit, tapi masih dihantui PSBB (PPKM) atau Lockdown atau kebijakan yang membatasi ruang gerak interaksi penjual dan pembeli,” pungkas Ikhsan. (git/din/fin)