Belasan Warung Ditutup Paksa

DITUTUP PAKSA - Tak hanya warung, sejumlah toko juga ditutup paksa petugas.

MAGELANGEKSPRES.COM,BELASAN warung makan dan toko di Kota Tegal yang tetap membuka usaha ditutup paksa petugas gabungan saat diberlakukan program “Dua Hari di Rumah Saja”, Sabtu-Minggu (6-7/2).

”Selama pemberlakukan program, seluruh tempat publik, pertokoan hingga warung makan diliburkan. Berbeda dengan toko sembako dan alat kesehatan,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Tegal, Hartoto, Sabtu (6/2).

Menurutnya, selama melakukan kegiatan bersama TNI-Polri, masih banyak pelaku usaha yang buka. Mereka beralasan karena belum menerima surat edaran.

“Selain TNI-Polri, kami juga menggandeng Dinas Kesehatan untuk melakukan rapid antigen dengan sasaran pemilik warung dan pengunjungnya,” katanya.

Terhadap warung makan yang buka, Dinkes langsung melakukan tes Swab kepada pemilik warung, karyawan maupun pengunjung. Alhamdulillah, hasilnya negatif.

Sono, 45, pegawai warung makanmengaku belum menerima surat edaran tutup dari pemerintah.

”Mendengar dari mulut ke mulut ya. Tapi saya sampai sekarang belum menerima suratnya. Makanya kami tetap membuka usaha. Apalagi jualan kami untuk kebutuhan masyarakat, yakni makanan siap saji,” katanya.

SUKSES DILAKSANAKAN

Sementara, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono saat monitoring wilayah bersama Forkopimda, Minggu (7/2)menyatakan program “Dua Hari di Rumah Saja”di Kota Tegal sukses dilaksanakan.

”Meskidiguyur hujan, kami bersama Forkopimda tetap melakukan monitoring. Kami ke tempat ibadah dan pusat keramaian,” katanya.

Dedy menambahkan, masyarakat Kota Tegal menyadari bahaya virus Corona. Makanya mereka di rumah saja, menjaga diri dan keluarganya. Jika signifikan menekan Covid-19, program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini dapat ditiru provinsi lain sehingga nasional dapat diberlakukan secara nasional. (gus/wan)

Artikel Menarik Lainnya :  Gubernur Jateng Digugat Warga Wadas