Masih Pandemi, Perayaan Imlek di Kota Magelang Dibatasi

RUPANG. Umat Tri Dharma Kota Magelang membersihkan rupang, sebagai salah satu ritual jelang perayaan Imlek tahun 2021.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Perayaan Tahun Baru Imlek, tahun 2021 ini sarat berbeda. Masih adanya pandemi Covid-19 membuat umat Tri Dharma di Kota Magelang, hanya melakukan perayaan sederhana dan terbatas.

Ketua Yayasan Tri Bhakti, Paul Candra Wesi Aji mengatakan, kendati dibatasi, namun upacara pembersihan rupang tetap dijalankan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio Kota Magelang.

”Yang berbeda dari tahun sebelumnya, karena sekarang sebelum membersihkan rupang, umat berdoa bersama agar pandemi Covid-19 segera berlalu,” kata pria yang akrab disapa Awe ini, Jumat (5/2).

Terlebih dahulu, segelintir warga yang berada di kelenteng berdoa bersama. Doa khusus tersebut, kata Awe, agar Covid-19 segera keluar dari Indonesia.

Menurut Awe, tata cara pembersihan rupang-rupang ini dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Pembersihan dilakukan langsung di altar dengan kuas.

Baca Juga
Baru Berusia 3 Tahun, FPH Unimma Cetak Buku Karya Mahasiswa

”Peribadatan tetap digelar selama Imlek ini, tetapi kita tetap menjalankan anjuran dari pemerintah. Terutama kepatuhan menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19,” terangnya.

Dia menyebut, sejumlah pembatasan yang dilakukan selama perayaan Imlek antara lain, membatasi jumlah jemaat. Mereka yang diperbolehkan beribadah di kelenteng, terdiri dari panitia inti dan petugas saja.

”Pembatasan ini dalam rangka saling menjaga. Karena pada dasarnya ritual ini tetap berjalan, hanya dibatasi saja,” ucapnya.

Awe juga memastikan bahwa perayaan Cap Go Meh atau 14 hari setelah Imlek, tidak akan digelar dengan pertunjukan terbuka seperti tahun-tahun sebelumnya. Perayaan yang identik dengan tarian Barongsai tersebut ditiadakan karena berpotensi menimbulkan kerumunan.

”Tidak ada perayaan, apalagi yang mengundang massa. Kita tiadakan pertunjukkan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Yang kita gelar hanya ritual-ritual saja, dan itupun dibatasi sangat ketat,” katanya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Bantu Pedagang di Masa PPKM, Kapolres Kota Magelang Borong Dagangan di Pasar Bandongan