Gedung 8 Lantai RSUD Tidar Dinamai Bagus Panuntun

TERTINGGI. Gedung tertinggi di Kota Magelang yang berada di kompleks RSUD Tidar, resmi dinamakan Gedung Bagus Panuntun, mantan Walikota Magelang.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Gedung tertinggi di Kota Magelang, yang berada di RSUD Tidar kini sudah bernama. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito resmi menamai gedung 8 lantai tersebut dengan nama mantan Walikota Magelang, Bagus Panuntun.

Penamaan terhadap sosok bapak pembangunan yang menjabat sebagai walikota periode 1979-1984 juga menjadi perwujudan sikap penghormatan terhadap Bagus Panuntun. Pemberian nama ini disampaikan langsung Sigit pada acara peresmian kegiatan pembangunan tahun 2019-2020 di Kantor DPUPR Kota Magelang Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (3/2).

”Saya berikan nama Gedung 8 Lantai RSUD Tidar itu Bagus Panuntun. Latar belakangnya kita hormati jasa-jasa beliau,” kata Sigit.

Ia menjelaskan, banyak jasa yang telah diberikan Bagus Panuntun kepada Kota Sejuta Bunga. Termasuk pemikiran-pemikiran visioner yang turut memajukan kota tertua kedua di Indonesia ini.

”Salah satunya jalan lingkar Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Urip Sumoharjo itu hasil pemikiran visioner beliau (Bagus Panuntun). Coba bayangkan sekarang, kalau tidak ada jalan lingkar itu dan semua masuk ke dalam kota, bisa lebih macet dari kondisi sekarang,” jelasnya.

Baca Juga
BPJamsostek Magelang Berikan Bantuan Safety Kit ke Sejumlah Perusahaan

Ia menyebutkan, Gedung 8 Lantai RSUD yang dulunya dinamakan Gedung Anggrek ini dinilainya merupakan gedung tertinggi di Kota Magelang saat ini. Dengan gedung yang begitu mentereng ini, Sigit menginginkan kualitas pelayanan semakin meningkat dan profesional.

”Kita ingin seperti rumah sakit-rumah sakit swasta yang besar itu, Sarjito atau JIH (Jogja International Hospital) di Jogja, beri pelayanan terbaik kepada masyarakat. Fasilitas juga harus terus dilengkapi ke depannya,” tuturnya.

Gedung Bagus Panuntun RSUD Tidar tersebut merupakan proyek yang dikerjakan secara multiyears pada tahun 2018-2019 lalu. Total dana yang dikeluarkan untuk membangun gedung monumental ini sebesar Rp85 miliar.

Artikel Menarik Lainnya :  Polres Magelang Kota Kebut Vaksinasi Dosis Dua

Bangunan terdepan kompleks RSUD Tidar itu dipergunakan untuk pelayanan rawat jalan dan pelayanan penunjang. Akses menuju ke lantai dua dan/atau lainnya para pengguna jasa pelayanan RSUD Tidar bisa menggunakan lift dan eskalator yang telah disediakan.

Adapun pemanfaatan masing-masing lantai antara lain basement area parkir, lantai 1 untuk informasi, pendaftaran radiologi dan laboratorium, dan instalasi radiologi. Lantai 2 klinik syaraf, neuro restorasi, instalasi rehabilitasi medik, dan pojok baca.

Lantai 3 poliklinik spesialis, lantai 4 poliklinik spesialis, lantai 5 Ruang Rekam Medis, lantai 6 Poliklinik VIP, lantai 7 Instalasi laboratorium patologi klinik dan patologi anatomi, lantai 8 Aula dan Perkantoran.

Sigit mengaku, akan ada peresmian khusus untuk Gedung Bagus Panuntun RSUD Tidar ini. Hanya saja, rencana semula akan diresmikan oleh Presiden Jokowi, karena masa pandemi maka tidak jadi diresmikan oleh orang nomor satu di Indonesia itu.

”Saya sudah mau menghadap beliau Bapak Presiden Jokowi, tapi ada kendala. Ya sudah, kita resmikan sendiri saja,” ungkapnya.

Penamaan gedung dengan nama walikota terdahulu, sebelumnya juga pernah dilakukan Sigit Widyonindito. Ia menamakan stadion terbesar di Kota Magelang dengan sebutan Dr H Moch Soebroto, pada tahun 2015 silam.

Adapun, Moch Soebroto adalah Walikota Magelang, periode 1966 -1979, yang dinilai sangat inspiratif memajukan pembangunan di Kota Magelang. Moch Soebroto sempat menjadi Plt Walikota selama tiga tahun dan menjadi Walikota Magelang, selama 10 tahun, sehingga ia memimpin di wilayah ini sekitar 13 tahun lamanya.

Masih menurut Sigit, banyak kemajuan yang dialami Kota Magelang, terutama di bidang olahraga selama masa kepemimpinan Moch Soebroto. Salah satunya, adanya klub sepakbola Tidar Sakti sebagai pendiri Galatama (kompetisi Liga 1)1979–1980. (wid)