Atap Pasar Kliwon Rejo Amertani Bocor, Pedagang Ogah Buka Lapak

Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung
BOCOR. Atap Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung utara bocor, setiap kali hujan pedagang tidak bisa beraktivitas. 

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Sejumlah pedagang di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung mengeluhkan kondisi atap pasar yang sudah mulai bocor. Kondisi ini semakin parah saat hujan turun dengan deras dalam waktu yang lama.

Arifin (47) salah satu pedagang pasar mengungkapkan, Pasar Kliwon Rejo Amertani ini ada dua bagian, sebagian ada di selatan jalan raya, dan sebagian lagi ada di bagian utara. Sedangkan atap pasar yang bocor yakni pasar yang sebelah utara.

“Dikenalnya pasar lor dan kidul, nah yang atapnya bocor ini pasar lor (utara),” ungkapnya, Selasa (2/2).

Menurutnya, bocornya atap pasar ini sudah terjadi sejak tahun 2020 lalu. Namun karena belum ada penanganan dari pemerintah dalam hal ini dinas terkait, maka kebocoran semakin parah dan lubangnya semakin besar.

“Tepatnya saya kurang ingat, namun kebocoran atap di pasar lor ini sudah terjadi sejak tahun 2020 lalu,” tuturnya.

Kebocoran atap ini sangat dikeluhkan oleh pedagang, sebab setiap kali hujan turun, dari atap itu airnya sangat deras, sehingga pedagang yang berada di bawah atap yang bocor tersebut terpaksa tutup lebih dini.

Baca Juga
Temanggung Dukung “Jateng di Rumah Saja”

Bahkan lanjutnya, kondisi tersebut menyebabkan konsumen yang sedianya akan berbelanja di lokasi tersebut mengurungkan niatnya, karena kondisi pasar menjadi becek.

“Kalau kondisinya seperti ini terus yang tambah rugi pedagang, apalagi jika hujan turun setiap hari,” tutur salah satu pedagang pisang ini.

Menurutnya, sebagian besar pedagang yang berjaja di bawah atap tersebut berjualan pisang dan sayuran, oleh karena itu bocornya atap ini sangat berpengaruh terhadap barang dagangan.

“Yang parah lagi itu kalau hujan malam hari, meskipun barang dagangan sudah dikemas sebaik-baiknya dan diperkirakan aman dari hujan, namun tetap saja kena air hujan,” tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Nakes dan Relawan Pemulasaraan Jenazah Rawan Tertular Covid-19

Bocornya atap pasar ini sudah dilaporkan ke dinas yang berwenang, namun sampai saat ini masih belum ada tindak lanjut.

“Beberapa waktu lalu, kalau tidak salah di akhir tahun 2020 sudah ada petugas dari pemerintah yang mengecek, tapi sampai saat ini belum ada kelanjutannya,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah bisa segera memperbaiki atap yang bocor tersebut, sehingga aktivitas para pedagang bisa kembali nyaman. (set)