Masih Siaga, 265 Pengungsi Merapi Boleh Pulang Sementara

Masih Siaga, 265 Pengungsi Merapi Boleh Pulang Sementara

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Gunung Merapi yang berada di perbatasan 4 daerah, yakni Kabupaten Magelang, Sleman, Klaten dan Boyolali terlihat tenang, belum lagi menunjukkan aktivitas yang membahayakan. Para pengungsi dari Dusun Babadan I, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Senin (1/2/2021) kembali ke kampung halamanya. Tercatat 265 warga, yang sebagian besar perempuan, orang tua dan anak-anak Senin pagi meninggalkan tempat evakuasi akhir (TEA) di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Kepulangan mereka bersifat sementara mengingat kondisi Gunung Merapi masih siaga.

Sebanyak 25 kendaraan beroda empat, mengantar kepulangan mereka. Kendaraan yang dipersiapkan untuk mengangkut dari beberapa pihak seperti Pemerintah Kabupaten Magelang, Kelurahan Banyurojo, BPBD Kabupaten Magelang dan milik warga Babadan pribadi.

Diperbolehkannya mereka pulang karena arah ancaman erupsi Merapi sudah tidak mengarah ke Dusun Babadan. “Kami tetap tinggalkan barang-barang pribadi kami di sini (TEA Banyurojo), berjaga-jaga nanti seumpama arah ledakan merapi ke Barat laut atau dalam arti lain mengarah ke Desa kami, kami bisa dengan cepat langsung mengungsi tanpa harus di suruh,” ungkap Koordinator Pengungsi Babadan 1, Dasri.

Baca Juga
342 Nakes di Temanggung Gagal Divaksin

Total sudah 3 bulan mereka berada di TEA Banyurojo, walaupun kadang ada sebagian warga yang masih bolak-balik. Hal ini dilakukan karena kebanyakan dari mereka masih memiliki tanggungan di desa nya, seperti ternak, sawah, dan keamanan rumah.

Dasri berharap pemerintah daerah dapat turut serta dalam membantu perekonomian warga yang mengungsi, karena selama mengungsi, perekonomian warga jadi berantakan.

“Kami juga ingin pemerintah hadir untuk mendampingi dalam memulihkan perekonomian terutama di sektor pertanian,” harap Dasri.

Warga Babadan 1 yang kembali ke desanya tetap dibekali sembako, sebagai stok untuk pangan. Karena selama mengungsi, ekonomi mereka tidak stabil.

Artikel Menarik Lainnya :  Pemotongan Hewan Kurban di Kota Magelang Menggunakan Restraining Box

Disamping itu juga, meski semua pengungsi Merapi pulang ke desanya, namun logistik cadangan masih disimpan di masing-masing tempat evakuasi akhir.

“Namun untuk logistik pengungsi masih dicadangkan di masing-masing TEA karena status Gunung Merapi masih siaga,” ucap Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto.

Terkait apakah logistik akan diserahkan kepada pengungsi ketika masa tanggap darurat Gunung Merapi telah habis pada 14 Februari 2021 mendatang, menurut Edi, hal tersebut tergantung perkembangan Gunung Merapi.

“Untuk langkah selanjutnya terkait logistik, kami menunggu perkembangan status Gunung Merapi,” tandas Edi.

Sementara, Sekretaris Desa Banyurojo, Agus Firmansah SHI mengungkapkan, sebelumnya Gedung TEA Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, menampung pengungsi dari Desa Paten, yaitu terdiri dari Dusun Babadan 1 (265 Jiwa). Saat ini telah mencadangkan logistiknya.

“Kami mencadangkan logistik pengungsi, dan saat pengungsi pulang. Kami juga serahkan paket sembako, terdiri dari beras, mi instan, minyak gula, bumbu dan snack. Dengan tujuan agar saat pengungsi tiba di rumah, sembako tersebut dapat dipergunakan untuk kebutuhan kosumsi,” papar Agus. (amirmagang/cha)