127 Warga Dusun Babadan 2 Tinggalkan Pengungsian

127 Warga Ds Babadan 2 Tinggalkan Pengungsian
PULANG. 127 warga pengungsi Dusun Babadan 2 Desa Paten Kecamatan Dukun Magelang, Minggu pagi (31/1/2021) pulang ke desanya.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Sebanyak 127 warga pengungsi Dusun Babadan 2 Desa Paten Kecamatan Dukun Magelang, Minggu pagi (31/1/2021) pukul 08.00 WIB, kembali pulang ke desanya dari Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Mertoyudan Kecamatan Mertoyudan Magelang.

Koordinator Pengungsi Babadan 2, Teimuri Suchini, mengatakan, sebagai acuan warga untuk bisa kembali pulang ke desanya adalah Dusun Babadan 2 sudah tidak dalam rekomendasi BPPTKG.

“Arah luncuran ke barat daya, Babadan 2 berada di barat laut,” terang Teimuri Suchini.

Dirinya menambahkan, masa tanggap darurat Merapi dari Kabupaten Magelang hingga 14 Februari 2021, oleh kerena itu bilamana ada perintah untuk mengungsi warga siap mengungsi.

“Warga kembali ke pengungsian pada dari 7 Januari 2021, sebelumnya pulang dari 1 Januari. Mulai di pengungsian 6 November 2020, dan bila diperintah diperintahkan ke pengungsian warga siap,” papar Teimuri Suchini.

Kades Mertoyudan, Eko Sungkono, TEA Mertoyudam siap menerima pengungsi kembali, serta logistik pengungsi masih ready.

“Logistik di TEA Mertoyudan masih mencukupi, bilamana terjadi keadaan darurat dan pengungsi kembali ke TEA.

Pengungsi yang pulang juga mendapat bantuan sembako dari Wakil Gubernur, dibawakan kepada pengungsi, agar bisa diolah saat pengungsi tiba dirumah,” terang Eko.

Eko menambahkan, nanti bila masa tanggap darurat Gunung Merapi telah habis, maka logistik akan diserahkan ke Dusun Babadan 2.

“Jika masa tanggap darurat tidak diperpanjang, maka sisa logistik akan kami serahkan ke warga Dusun Babadan 2, karena donatur membantu untuk pengungsi.

Adapun aset seperti kasur, tikar, bantal, guling, selimut, masih di TEA Mertoyudan untuk efisiensi aset, agar dapat dipergunakan jika ada Erupsi Merapi lagi,” tutur Eko.(cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Innalillahi... Angka Kematian Akibat Covid-19 Capai 80 Ribu