Warga Wonosobo Tewas Terlindas KA Kutojaya

EVAKUASI: Petugas saata mengevakuasi jenasah warga Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, tewas setelah terlindas kereta api di perlintasan tanpa palang pintu yang berlokasi belakang Perum Graha Mahardika KM. 453+1 Kelurahan Selang Kecamatan Kebumen,
EVAKUASI: Petugas saata mengevakuasi jenasah warga Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, tewas setelah terlindas kereta api di perlintasan tanpa palang pintu yang berlokasi belakang Perum Graha Mahardika KM. 453+1 Kelurahan Selang Kecamatan Kebumen,

MAGELANGEKSPRES.COM,KEBUMEN – WA (30) seorang laki-laki warga Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo tewas setelah terlindas kereta api di perlintasan tanpa palang pintu, persisnya di belakang Perum Graha Mahardika KM. 453+1 Kelurahan Selang Kecamatan Kebumen, Kamis (28/1).

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Sugiyanto mengungkapkan, WA tergilas Kereta Api Kutojaya Selatan Pagi yang melintas dari arah timur menuju barat sekitar pukul 09.45 WIB.

Masinis kereta, Daryanto, mengaku sempat melihat korban berdiri di samping rel. Alih-alih menghindar saat kereta mendekat, korban malah berbaring di atas rel Kereta Api. “Seketika, tubuhnya (korban) tergilas kereta dan meninggal dunia. Hasil penyelidikan, yang bersangkutan sempat terseret hingga kurang lebih 100 meter,” jelas Iptu Sugiyanto. Peristiwa ini menjadi tontonan warga sekitar yang penasaran dengan kejadian itu. Identitas WA sempat susah diidentifikasi karena tubuhnya hancur dan polisi tidak menemukan identitas pada tubuhnya saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.

“Di sekitar TKP, kita mengamankan kendaraan sepeda motor bebek yang sebelumnya dikendarai oleh yang bersangkutan. Untuk identitas, kita sama sekali tidak menemukan,” jelasnya. Jati diri WA terungkap setelah tim INAFIS Polres Kebumen berhasil mengidentifikasi melalui sidik jarinya dengan alat digital MAMBIS yang terkoneksi dengan data kependudukan. Setelah kejadian, jenazah dibawa ke RS Dr Sudirman Kebumen.(win/cah)

Artikel Menarik Lainnya :  Pandemi Covid-19, Permintaan Hewan Kurban Menurun