Sejumlah Pedagang Keluar dari Shelter Kuliner Kutoarjo, Petugas Gabungan Ajak Mereka Kembali Masuk

SOSIALISASI. Petugas memberikan sosialisasi kepada para pedagang yang menempati trotoar di seberang Alun-alun Kutoarjo atau Jalan Diponegoro, 
SOSIALISASI. Petugas memberikan sosialisasi kepada para pedagang yang menempati trotoar di seberang Alun-alun Kutoarjo atau Jalan Diponegoro, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Sejumlah pedagang kaki lima yang ditempatkan di shelter kuliner di kawasan Alun-alun Kutoarjo Kabupaten Purworejo dikembalikan lagi ke dalam shelter. Sebelumnya, para pedagang memilih berjualan di luar shelter karena merasa kurang laku jika harus bertahan.

Tercatat ada 37 pedagang yang keluar dari shelter dari total 62 pedagang yang ada di lokasi tersebut. Mereka memilih berjualan di seputar kawasan rumah dinas, tetapi tidak memanfaatkan trotoar alun-alun Kutoarjo.

“Para pedagang kaki lima ini memang tidak menempati atau kembali ke Alun-alun, tapi menempati trotoar yang ada di seberang alun-alun atau di Jalan Diponegoro,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Budi Wibowo, Jumat (29/1).

Dijelaskan, sosialisasi untuk kembali ke dalam shelter itu sudah dilakukan pihaknya sejak pekan lalu. Tindak lanjut dilakukan dengan pemantauan pada hari Senin dan Selasa lalu. Khusus kemarin, petugas gabungan Satpol PP Damkar, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) serta Dinas Perhubungan ingin memastikan bahwa seluruh pedagang telah kembali.

“Dari pantauan kami, ada 7 pedagang yang tidak kembali ke shelter. Mereka sudah memiliki tempat untuk berjualan di tempat yang baru,” jelasnya.

Selain melakukan penertiban di kawasan shelter, petugas juga menertibkan pedagang kaki lima khusus jajanan anak sekolah. Selama ini mereka menempati bawah pohon kersen yang ada di depan sekolah dasar seputar Alun-alun Purworejo.

“PKL jajanan sekolah ini cukup banyak ada sekitar 30-an orang,” sebutnya Budi Wibowo.

Keberadaan mereka dinilai menggangu aktivitas belajar siswa serta menutup wajah sekolah. Pasalnya, mereka banyak menempati trotoar yang ada tepat di depan sekolah.

“Solusi kami adalah melakukan pengundian titik dimana mereka kami tempatkan di pelataran shelter. Dan semua sudah mendapat tempat yang baru,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kemenag Puurworejo Larang Pegawainya Berkegiatan di Idul Adha

Lebih lanjut Budi Wibowo menyatakan bahwa pihaknya masih memiliki beberapa kegiatan mengenai penertiban PKL di seputar Kota Kutoarjo. Diharapkan pedagang dapat mengikuti aturan yang ada sehingga kawasan tersebut akan lebih bersih dan tertata. (top)