300 Nakes Batal Divaksin

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Target sasaran vaksin tercapai 74,3 persen. Tahap pertama vaksinasi covid-19 di Kabupaten Wonosobo selesai pada Kamis (28/1).

Dari 2.085 Tenaga Kesehatan yang terdaftar sebagai penerima vaksin sinovac, sebanyak 1.785 atau 74,3 % telah berhasil diimunisasi. Sementara 147 orang lainya dinyatakan batal vaksinasi lantaran tidak memenuhi persyaratan, dan 153 Nakes lainnya dinyatakan ditunda vaksinasinya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, dr Jaelan ketika dihubungi melalui sambungan telpon menyebut tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang menonjol, kecuali gejala ringan yang dialami 25 Nakes.

“Dari keterangan di dashboard satu data, untuk KIPI yang dilaporkan tidak masuk kategori mengkhawatirkan karena hanya memunculkan gejala ringan seperti pusing, pegal, mual serta kemerahan di sekitar lokasi penyuntikan,” tuturnya.

Selain menyasar 2.085 Nakes pada tahap awal vaksinasi, Jaelan juga menyebut alokasi vaksin covid-19 juga disuntikkan kepada 10 pejabat di lingkup pimpinan daerah dan pimpinan ormas.

“Dari 10 tersebut, sebanyak 8 pejabat telah menjalani vaksinasi, sementara 2 lainnya belum,” jelasnya.

Baca juga
Mayoritas Sekolah Serius Siapkan Simulasi PTM

Ia mengaku sangat bersyukur tahapan penting vaksinasi covid-19 di Kabupaten Wonosobo dapat berjalan lancar, termasuk dalam hal distribusi 4.000 dosis vaksin ke 28 fasilitas kesehatan vaksinator.

“Dukungan semua pihak, termasuk di dalamnya unsur TNI-Polri dan Satpol PP Kabupaten dalam upaya pengamanan vaksin sampai pada penyalurannya ke wilayah sangat berarti dalam kesuksesan kerja besar penanggulangan pandemi covid-19 ini,” ungkap Jaelan.

Sekretaris Daerah, One Andang Wardoyo dalam sambutan pencanangan vaksinasi COVID-19 pada Senin (25/1) menegaskan bahwa Pemkab Wonosobo akan membagi vaksinasi dalam dua tahapan, dengan jumlah sasaran keseluruhan mencapai 522.792 warga masyarakat.

Artikel Menarik Lainnya :  Fasilitas Isolasi Mandiri untuk DPR Batal

“Tahap pertama yaitu dimulai pada hari ini hingga bulan April mendatang, dengan sasaran tenaga kesehatan dan 10 pejabat esensial unsur pimpinan daerah sebagai garda terdepan yang rentan terpapar sejumlah 3.058 orang, serta petugas layanan publik sejumah 24.548 orang,” jelasnya.

Tahap berikutnya, menurut Andang akan dimulai pada Bulan April 2021 sampai Maret Tahun 2022 dengan sasaran sejumlah 284.604 masyarakat rentan secara geospasial, 107.682 masyarakat umum dan pelaku ekonomi, dan 102.810 masyarakat kategori rentan lainnya.

“Vaksinasi akan dilakukan dua kali dalam rentang waktu 14 hari, dan jumlah penerima akan menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Masyarakat tidak perlu lagi khawatir dengan keamanan dan kehalalan vaksin covid-19 karena pemerintah telah menjamin vaksin tersebut sudah melalui uji klinis yang diterapkan sesuai standar World Health Organization (WHO). (gus)