Teruskan Perjuangan Sang Ayah Jadi Kades ,Tanggal Lahir Ukir Tiga Sejarah bagi Fatah

    MAGELANGEKSPRES.COM,Ada yang unik di balik keterpilihan Fatah Kusumo Handogo SE sebagai Kepala Desa (Kades) Kebon Gunung Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo. Berdasarkan SK Bupati Purworejo Nomor 160.18/20/2021 yang dibacakan saat pelantikan diketahui bahwa pria yang lahir pada 8 Mei 1980 ini akan menjabat sebagai Kades Kebon Gunung sampai dengan 8 Mei 2025. Bertepatan dengan hari lahirnya 40 tahun silam itu, almarhum sang ayah yakni Purwadi Handogo, juga menjadi Kades Kebon Gunung untuk periode pertamanya.

    “Dulu bapak jadi lurah glondong tiga periode. Nah, yang pertama itu kebetulan pas saya lahir 8 Mei 1980. Harinya Kamis Wage,” kata Fatah yang akrab disapa Atah, usai menjalani Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Kades Hasil Pilkades Antar Waktu (AW) di balai desa setempat, Selasa (26/1).

    Bagi Atah, kesamaan dan keberulangan tanggal 8 Mei yang mengukir tiga momen bersejarah tersebut bukanlah sesuatu yang sakral atau keramat. Namun, cukup menjadi motivasi sekaligus simbol keberkahan baginya untuk meneruskan perjuangan dan cita-cita sang ayah bersama keluarga dalam menyejahterahkan Desa Kebon Gunung.

    “Ya semoga saja saya bisa amanah seperti bapak. Bisa mengabdi sebaik mungkin untuk masyarakat, bangsa, dan agama,” lanjutnya.

    Pria berstatus single pemilik hobi motor gede (Moge) ini merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Sang Ibu, Lani Susanti, hingga kini menjadi salah satu sosok yang selalu menyemangatinya agar menjadi manusia bermanfaat dunia dan akhirat.

    “Saya maju dalam kontestasi Pilkades Antar Waktu kemarin juga karena dorongan dari orang tua, keluarga, dan berbagai elemen masyarakat di desa ini,” ujarnya.

    Berbekal dukungan itulah, Atah siap tancap gas menjalankan tugas. Selayaknya Kades Antar Waktu, ia mengaku akan terlebih dahulu fokus untuk merampungkan pekerjaan rumah (PR) desa yang belum terselesaikan pada masa kepemimpinan Kades sebelumnya yakni Heri Wibowo yang.meninggal dunia akibat kecelakaan.

    “Selain itu program terdekat kita akan lebih fokus ke pembenahan administrasi dan penataan infrastruktur,” sebutnya.

    Sebagai seorang yang di dunia bisnis proyek kontruksi sejak tahun 2008, direktur CV Sapto Argo Grup ini mengaku optimistis mampu menjalankan program itu. Terlebih, dalam hal manajerial, ia memiliki basic pendidikan Sarjana Ekonomi.

    “Untuk program jangka panjangnya, yang pasti saya akan berusaha semaksimal mungkin menjadikan desa lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.

    Menurut Atah, Kades mempunyai tugas yang tidak ringan, yakni menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam hal pengelolaan dana desa dengan jumlah yang cukup besar, Kades juga harus mampu menunjukkan profesinalitasnya.

    Karena itu, ia berjanji akan mengelola dana-dana desa dengan baik sesuai regulasi dan melibatkan elemen terkait. Transpransi menjadi kunci. Keterbuakaan informasi soal anggaran dan pembangunan juga akan dilakukan melalui optimalisasi sistem informasi desa (SID).

    “Yang jelas kita akan libatkan semua elemen, tokoh masyarakat, dan lembaga yang ada. Untuk SID, kita berupaya ke depan diperbaiki lagi terkait jaringan-jaringan internet yang kemarin sempat macet. Kita tugasnya lebih banyak memperbaiki,” pungkasnya. (*)