Sepi, Tak Ada Pedagang di Temanggung yang Jual Daging Sapi Impor

TUNGGU PEMBELI. Sejumlah pedagang daging sapi di pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung sedang menunggu pembeli.
TUNGGU PEMBELI. Sejumlah pedagang daging sapi di pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung sedang menunggu pembeli.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Meskipun dalam beberapa pekan terakhir ini harga daging sapi di sejumlah daerah mengalami kenaikan, namun harga daging sapi di pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung masih normal.

Kondisi ini kata Sumarsih (52) salah satu penjual daging sapi di pasar setempat. Karena daging sapi yang dijual di pasar Kliwon ini, adalah daing lokal Temanggung, sehingga harga jual daging sapi di Temanggung tidak terpengaruh seperti daerah lainnya.
“Tidak ada yang menjual daging sapi impor, semua pedagang sapi di sini (Pasar Kliwon Temanggung) menjual daging sapi lokal. Bukan hanya lokal Indonesia tapi lokal Temanggung saja,” terangnya Rabu (27/1).

Ia menyebutkan, saat ini harga jual daging sapi yakni diantara Rp115.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Harga tersebut tergantung dari kualitas daging sapi itu sendiri. “Antara daging paha, daging punggung dan yang lainnya harganya berbeda-beda, daging yang kualitasnya terbaik itu yang harganya paling mahal,” katanya.
Menurutnya, dengan harga tersebut saja, saat ini kondisi pasar saat ini sangat sepi. Sejak ada pandemi Covid-19 daya beli masyarakat terhadap daging sapi sangat menurun, berbeda dengan sebelum adanya pandemi.

Baca Juga
Peluang Kopi Temanggung di Pasar Luar Negeri Terbuka Lebar

Apalagi lanjutnya, jika harga daging sapi naik, akan semakin sepi pembeli. Sebagian besar konsumen saat ini lebih memilih daging ayam potong yang harganya lebih murah jika dibandingkan dengan harga daging sapi.
“Sampai saat ini memang belum ada gejolak kenaikan harga daging sapi di Temanggung, pedagang juga tetap berjualan seperti hari-hari biasa. Hanya saja memang saat ini sedang sepi pembeli, kebutuhan masyarakat akan daging sapi juga sedikit, karena saat ini masyarakat sedang tidak boleh mengadakan hajatan dan yang lainnya,” keluhnya.
Biasanya tambah Sumarsih, kenaikan harga daging sapi hanya terjadi saat menjelang perayaan Idul Fitri dan sejumlah momen hari libur nasional saja, berbeda dengan harga daging ayam potong yang setiap saat bisa mengalami kenaikan atau penurunan harga jual.
“Kalau menjelang Lebaran kebutuhan masyarakat tinggi, jadi harga jualnya memang mengalami kenaikan,”tuturnya.
Sementara itu terpisah, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Drh Esti Dwi Utami mengatakan gejolak harga daging sapi di sejumlah daerah terutama di Jakarta menjadi perhatian pihaknya, terutama aksi mogok berjualan yang dilakukan pedangan daging sapi di sejumlah daerah, karena aksi mogok hanya akan menimbulkan kerugian.
“Kami terus awasi perkembangan harga daging dan intensif berkomunikasi dengan pedagang. Diketahui tidak ada rencana mogok jualan,”katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pinsar Bantu 20.000 Butir Telur untuk Nakes Temanggung

Ia mengatakan aktivitas pemotongan ternak sapi di Kabupaten Temanggung berjalan normal dan jumlah ternak yang dipotong tidak berkurang. Di rumah pemotongan hewan Temanggung 5 ekor per hari, Parakan 1 ekor per hari dan Ngadirejo 1 ekor per hari.
“Harga daging sapi juga ajeg, untuk kualitas super Rp120 ribu per kilogram dan kualitas biasa Rp115 ribu per kilogram,” kata dia.
Ia berharap gejolak harga di Jakarta tidak sampai merembet ke Temanggung apalagi sampai ada aksi tidak berjualan oleh pedagang. Demikian juga dengan harga daging sapi yang diharapkan tidak ada kenaikkan.(set)