Peluang Kopi Temanggung di Pasar Luar Negeri Terbuka Lebar

SORTIR. Sejumlah pelaku kopi sedang menyortir kopi di Kecamatan Gemawang.
SORTIR. Sejumlah pelaku kopi sedang menyortir kopi di Kecamatan Gemawang.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Petani kopi di Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung terus berupaya meningkatkan kualitas kopi produksi mereka, karena potensi kopi dari ujung utara Kabupaten Temanggung ini sangat berpotensi untuk dijual di pasar luar negri.
Sarwadi salah satu petani kopi di Desa Muncar Kecamatan gemawang menuturkan, kurang lebih dalam kurun waktu delapan tahun terakhir ini, para petani dan pelaku kopi sudah mulai mengolah kopi sesuai dengan permintaan masyarakat.
“Dulu memang pengelolaan paska panennya masih tradisional, belum mengetahui dan memenuhi standar permintaan pasar,”katanya kemarin.
Namun katanya, saat ini petani sudah mulai berusaha mengolah kopi dengan berbagai langkah agar kualitas kopi yang dihasilkan bisa semakin bagus dan bisa memenuhi kebutuhan konsumen.
“Proses paska panen itu ada berbagai cara, mulai dari cara pemetikan yang mewajibkan petik merah, proses pengeringan yang dilakukan dengan berbagai proses seperti natural, fullwash dan lainnya,”jelas Sarwadi.
Menurutnya, dengan perbaikan pengolahan paska panen ini, saat ini kopi dari daerahnya sudah mulai dilirik oleh para pelaku dan perajin kopi baik di Jawa tengah, Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Namun demikian lanjutnya, untuk bisa membuka ke pasar internasional masih butuh proses yang cukup panjang, tidak hanya sekedar proses pengolahan paska panen saja. Tapi juga dibutuhkan langkah lainnya yang sampai saat ini masih diupayakan oleh petani.
“Kami sangat butuh dorongan dan dukungan dari Pemerintah, sehingga kopi asal Kecamatan Gemawang bisa dijual di pasar internasional,”harapnya.
Senada juga diungkapkan oleh Jayadi petani kopi lainnya, belum lama ini Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Bupati Temanggung datang langsung ke Kecamatan Gemawang untuk mengetahui proses kopi.
“Sudah beberapa kali menndapatkan kunjungan, ternyata memang kopi dari daerah kami sangat berpotensi untuk dijual di pasar luar negri. pernyataan itu kami dapatkan dari sejumlah kunjungan di daerah kami,”tuturnya.
Menurutnya, saat ini yang masih menjadi kendala yakni untuk pemenuhan standar kopi untuk di jual dipasar luar negri, namun demikian petani sudah berusaha maksimal agar kualitas kopi yang dihasilkan bisa memenuhi permintaan pasar luar negri.
“kami terus berusaha memperbaiki kualitas kopi, mulai dari perawatan, proses petik hingga proses paska panen,”katanya.
Ia berharap, kedepan ada pendampingan dari Pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat, sehingga kualitas dari kopi asli Gemawang ini bisa semakin bagus dan diminati oleh konsumen diluar negri.
“DI Kecamatan Gemawang sudah ada sekolah kopi, harapan kami ada dukungan dari pemerintah sehingga sekolah kopi ini bisa terus berjalan dan bisa menghasilkan petani dan pelaku kopi yang handal dengan kualitas kopi yang bagus,”harapnya.(set)

Artikel Menarik Lainnya :  Petani Tembakau Tunggu Kepastian Harga dari Pabrikan Rokok