Aplikasi P-Care Skrining Digital Calon Penerima Vaksin

PERDANA. Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19 di Kota Magelang, 
PERDANA. Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19 di Kota Magelang, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah merancang aplikasi primary care (P-Care). Aplikasi ini dibuat untuk mempermudah vaksinator, karena data dapat terintegrasi dengan tabulasi dan dashboard Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) RI.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Dyah Miryanti mengatakan, beberapa keunggulan dari aplikasi itu karena pencatatan data peserta vaksinasi tidak akan tertukar. Data tersebut sudah disesuaikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima vaksin.

”Jika tidak termasuk dalam vaksinasi, nama tidak akan muncul. Jadi vaksinator tidak perlu lagi memasukkan data secara manual, cukup memasukkan NIK saja,” katanya, kemarin.

Ia menjelaskan, P-Care juga mampu membaca kode quick response (QR). Dengan demikian, proses registrasi tidak butuh waktu lama. Perkembangan program vaksinasi secara nasional juga bisa langsung dilihat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

”Cara kerjanya, vaksinator akan mencocokkan identitas calon penerima vaksin dengan data di P-Care. Selanjutnya di meja skrining calon penerima vaksin diminta menjawab 16 pertanyaan yang tersaji dalam aplikasi P-Care vaksinasi,” jelasnya.

Baca Juga
Jembatan Penghubung Bumirejo-Paremono Putus, Warga harus Memutar 5 Km

Dyah menuturkan, ke-16 pertanyaan ini hanya berkutat pada riwayat kesehatan calon penerima vaksin. Pada prinsipnya, dari 16 pertanyaan itupun sebenarnya sudah dapat diketahui bahwa yang bersangkutan benar-benar calon penerima vaksin.

”Pertanyaan ini salah satunya, apakah pernah terkena Covid-19, apakah sedang hamil, menyusui atau tidak, dan sebagainya,” ujarnya.

Setelah lolos skrining, dilanjutkan tindakan vaksinasi. Peserta vaksinasi diminta menunggu 30 menit untuk dipantau dan melihat reaksi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). Observasi KIPI dilaporkan dalam P-Care Vaksinasi di meja keempat termasuk nomor batch vaksin.

Artikel Menarik Lainnya :  Ini Bukti DPR Tidak Peduli Rakyat, Beri Fasilitas Isoman di Hotel

”Hasil data ini dapat diunduh di fasilitas kesehatan (faskes) penyedia vaksin, sehingga sangat memudahkan pemberitahuan vaksinasi dosis kedua, dan terlacak jenis vaksin yang digunakan,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Penjamin Manfaat BPJS Kesehatan Cabang Magelang Ika Wulan Ndari berharap tenaga vaksinator dapat memanfaatkan aplikasi tersebut secara maksimal.

”Saat pelaksanaan vaksinasi perdana saya kebetulan turut memantau. P-Care JKN-KIS bisa diakses oleh semua faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sementara P-Care Vaksinasi hanya bisa diakses oleh faskes yang ditunjuk melaksanakan vaksinasi,” jelasnya.

BPJS Kesehatan juga telah mengirimkan data peserta JKN-KIS yang komorbid kepada KPC-PEN. Hal ini agar KPC-PEN dapat melakukan skrining peserta JKN-KIS yang terlebih dahulu. (wid)