Ketua DPRD dan Walikota Magelang Gagal Divaksin

IMUNISASI. Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina dan Sekda Joko Budiyono lolos screening untuk mendapatkan imunisasi vaksin Sinovac perdana di Kota Magelang, di RSUD Tidar, 
IMUNISASI. Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina dan Sekda Joko Budiyono lolos screening untuk mendapatkan imunisasi vaksin Sinovac perdana di Kota Magelang, di RSUD Tidar, 

magelangekspres.MAGELANG – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Magelang mendapat jatah pertama imunisasi vaksin Covid-19, Senin (25/1). Bersamaan dengan itu, sebanyak 3.630 tenaga kesehatan (nakes) divaksinasi hingga satu pekan ke depan.

Vaksinasi perdana di Kota Magelang ini digelar di 19 fasilitas kesehatan (faskes). Sejumlah pejabat Forkopimda pun mendapat vaksin Covid-19 pertama kalinya di Pendopo RSUD Tidar, Jalan Tidar.

Para pejabat yang disuntik diantaranya Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina, Sekretaris Daerah Joko Budiyono, Kasdim 0705/ Magelang Mayor Inf Sudarno, Ketua Pengadilan Negeri Kota Magelang Sri Harsiwi, Kepala Kejaksaan Negeri Siti Aisyah, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Magelang.

Sebelum disuntik oleh petugas medis, mereka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal (screening). Jika sehat dan memenuhi syarat maka mereka langsung divaksin oleh petugas.

Walikota Magelang Sigit Widyonindito tidak ikut imunisasi karena usianya yang sudah lebih dari 60 tahun. Demikian halnya dengan Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Magelang Taufik Nurbakin yang tidak lolos screening karena saat itu tekanan darahnya tinggi.

“Kita mulai vaksinasi ini dalam rangka menciptakan herd imunity atau kekebalan kolektif,” kata Sigit.

Ia menambahkan, tujuan vaksinasi adalah memberikan antibodi terhadap infeksi Covid-19. Namun demikian ia mengingatkan bahwa vaksin bukan akhir usaha dari pandemi ini. Sebab, meski sudah divaksin, protokol kesehatan tetap harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Vaksinasi tidak segala-galanya, ini usaha pemerintah untuk mencegahnya. Namun, protokol kesehatan tetap berlaku ketat, jangan lengah,” tegas Sigit.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Yis Romadon menjelaskan, pada tahap pertama Kota Magelang mendapat 7.280 dosis vaksin dari Pemprov Jawa Tengah. Sasarannya dialokasikan bagi 3.630 sumber daya manusia kesehatan (SDMK) dan 10 orang pejabat publik.

Artikel Menarik Lainnya :  DPRD Wonosobo Kawal dan Dukung Perbaikan Infrastruktur Jalan

“Setiap individu mendapatkan jatah imunisasi 2 kali dalam rentang waktu 2 minggu. Jadi 14 hari kemudian mereka akan disuntik lagi,” jelasnya.

Ia menuturkan, terkait pengambilan vaksin dilakukan sesuai prosedur dengan rantai dingin memakai mobil yang memenuhi standar, mulai Sabtu (23/1) malam lalu. Untuk penyimpanan vaksin di UPT Instalasi Farmasi. Pihaknya memastikan vaksin tersimpan dengan baik di 3 freezer, yang didukung cadangan genset yang memadai.

“Mulai Minggu (24/1) vaksin didistribusikan ke fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Magelang dan target hari ini (kemarin) selesai,” imbuh Yis.

Sebanyak 19 faskes yang melayani vaksin di Kota Magelang, terdiri dari 7 Rumah Sakit, 5 Puskesmas, 6 Klinik, dan 1 Balkesmas. Adapun vaksinator akan dilakukan oleh nakes yang telah mendapat pelatihan dari Satgas Covid-19 Jawa Tengah. Masing-masing faskes mendapat jatah 4 orang vaksinator.

“Pada pencanangan ini sasaran vaksin adalah tokoh-tokoh publik, dilanjutkan dengan 130 SDMK,” imbuhnya.

Yis menambahkan, sosialisasi vaksin sudah dilaksanakan secara internal di kalangan nakes. Selanjutnya sosialisasi juga diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum.

Menurutnya, tahap pertama vaksinasi dilaksanakan sampai 28 Januari 2021 dengan sasaran utama SDMK. Kemudian petugas pelayan publik dan masyarakat rentan maupun non-rentan.

“Setelah divaksin yang bersangkutan kemudian akan dimonitor sekitar 25 menit, untuk melihat efek samping pascavaksin atau KIPI,” pungkasnya. (wid)