Jenazah Nelayan Batang Ditemukan di Perairan Jepara

EVAKUASI - Jenazah Roifin (32) saat dilakukan evakuasi oleh warga Desa Kedungmalang, Kabupaten Jepara,
EVAKUASI - Jenazah Roifin (32) saat dilakukan evakuasi oleh warga Desa Kedungmalang, Kabupaten Jepara,

MAGELANGEKSPRES.COM,BATANG – Masih ingat tragedi satu orang nelayan Batang yang hilang setelah jatuh di laut saat akan menarik jaring akibat diterjang gelombang tinggi, pada Selasa (19/01/2020) lalu.

Minggu (24/1/2021) kemarin jenazah Roifin (32) nelayan asal Dukuh Seturi, Rt 07 RW 08, Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan Batang itu ditemukan.

Jenazah Roifin ditemukan mengambang dan ditemukan nelayan lokal di perairan Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Saat ditemukan, jenazah Roifin masih lengkap menggunakan pakaian yang dirangkap dengan jas hujan berwarna biru.

“Jenazah ditemukan nelayan warga Desa Kedungmalang saat sedang melaut. Di tengah laut, nelayan ini melihat ada sesosok mayat mengambang. Kemudian Ia membawa mayat tersebut ke darat untuk dievakuasi,” ujar Teguh Tarmujo, Ketua DPC HNSI Batang, Senin (25/1/2021).

Teguh mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada tanda tanda kekerasan dalam tubuh Roifin. Menurutnya, Roifin meninggal karena memang murni tenggelam dan terseret arus laut yang saat itu besar. “Almarhum ini juga memang tidak bisa berenang. Jadi dia dipastikan meninggal karena tenggelam,” kata Teguh.

Jenazah Roifin, lanjut Teguh, telah diambil oleh pihak keluarga dan didampingi DPC HNSI Kabupaten Batang pada Minggu malam.

“Kita sampai Batang pada Senin pagi, sekitar pukul 04.30 WIB. Setelah itu, jenazah langsung dimakamkan di TPU dekat kediaman,” jelas Teguh.

Diberitakan sebelumnya, Roifin menjadi korban dari laka laut di perairan utara Batang. Ia terjatuh dari atas KM Tri Rezeki berukuran 5 gross ton (GT) pada Selasa (19/01/2020) sekira pukul 09.00 WIB.

Menurut Kasatpolair Polres Batang AKP Eko Marudin, Roifin terjatuh ke laut saat sedang menarik tali jaring, dan disaat bersamaan datang gelombang disertai angin besar. “Saat itu, Ia bersama tiga ABK lainya sedang menarik tali jaring, namun bersamaan datang gelombang dan angin besar. Akibatnya korban tersentak dan jatuh ke laut,” jelas AKP Eko.

Artikel Menarik Lainnya :  Tiga Exit Tol di Kabupaten Kendal Ditutup

Melihat Roifin terjatuh, ketiga rekannya berusaha menolong dengan melemparkan tali. Namun korban tidak bisa di selamatkan dan tenggelam. (fel)